Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatu, Hay guys jumpa lagi ni di tugas
mingguan kelima, sebelumnya diminggu lalu saya sudah menulis tentang
4 kompetensi guru profesional, dan sekarang saya akan
membahas tentang karakteristik peserta didik, yuk langsung saja ke
pembahasannya...
Sebagai
guru, kita harus mengetahui karakter peserta didik yang berbeda-beda. Sebab,
hal itu berkaitan dengan cara kita merancang dan melaksanakan pembelajaran yang
sesuai.
Supaya siswa
mampu mencapai tujuan pembelajaran, mari kita pahami bersama karakter peserta
didik yang unik.
Apa Itu
Karakteristik Peserta Didik?
Karakter
bukanlah sesuatu yang berasal dari lahir, tapi terbentuk dari lingkungan dan
orang-orang di sekitar. Menurut Lestari et al dalam Memahami Karakteristik Anak
(2020), karakter adalah kualitas moral yang menjadi kepribadian khusus dan
membedakannya dengan individu lain.
Karakteristik
peserta didik bisa diartikan sebagai keseluruhan pola kelakuan yang dimiliki,
yang nantinya berpengaruh pada kegiatannya dalam mencapai cita-cita atau
tujuan.
Terus,
kenapa guru harus memahami karakteristik siswanya?
Karakteristik
peserta didik jadi salah satu variabel desain pembelajaran yang berkaitan sama
latar belakang siswa. Dengan begitu, pembelajaran bisa dirancang sesuai aspek
yang ada di diri siswa seperti kemampuan umum, ekspektasi terhadap
pembelajaran, dan ciri-ciri jasmani serta emosional mereka.
Manfaat
Memahami Karakteristik Siswa
Selain
berperan penting untuk rancangan pembelajaran, ada beberapa manfaat lain yang
didapatkan dari menganalisis karakteristik peserta didik dalam kelas, antara
lain:
- ·
Mendapat gambaran yang lengkap tentang kemampuan awal
siswa sebagai landasan untuk mencapai keberhasilan pembelajaran yang optimal.
- ·
Mengetahui jenis pengalaman yang telah dimiliki oleh
siswa sehingga bisa memberikan materi secara tepat lewat contoh atau ilustrasi.
Dengan begitu, mereka bisa lebih mudah menerima dan menyerap pengetahuan baru
yang diberikan.
- ·
Mengetahui latar belakang sosial dan budaya siswa,
contohnya tingkat pendidikan orang tua, sosial ekonomi, atau dimensi kehidupan
lainnya, agar bisa disesuaikan dengan metode yang efisiens.
- ·
Mendapat informasi tentang tingkat pertumbuhan dan
perkembangan siswa, baik jasmani maupun rohani, yang berpengaruh terhadap
keberhasilan dan cara belajar mereka.
- ·
Mengetahui aspirasi dan kebutuhan siswa sehingga dapat
merancang strategi pembelajaran yang lebih tepat.
- ·
Mengetahui tingkat penguasaan pengetahuan yang sudah
diperoleh siswa sebelumnya.
- ·
Mendapat gambaran tentang tingkat penguasaan bahasa
siswa, baik secara lisan maupun tertulis, yang bisa jadi pertimbangan dalam
menyajikan materi.
- ·
Mengetahui sikap dan nilai yang ada dalam diri siswa,
sebab hal ini dapat dijadikan pertimbangan untuk merencanakan pengajaran.
Jadi, banyak
banget hal yang didapatkan dari memahami karakteristik peserta didik. Nah, sekarang
apakah kalian sudah tahu apa saja karakteristik yang harus diperhatikan?
Apa Saja
Karakter Peserta Didik yang Harus Diperhatikan?
Dengan
mengidentifikasi karakteristik peserta didik, guru bisa membedakan,
mengoptimalkan, dan mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswa.
Sardiman
dalam bukunya Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (2011) menyebutkan ada
tiga macam karakteristik peserta didik yang harus diperhatikan, yaitu:
Karakteristik
yang berkaitan dengan kemampuan awal siswa, contohnya kemampuan intelektual dan
berpikir.
Karakteristik
yang berhubungan dengan latar belakang dan status sosial siswa.
Karakteristik
yang berkaitan dengan perbedaan-perbedaan kepribadian misalnya sikap, perasaan,
dan minat.
Kondisi dan
karakteristik peserta didik senantiasa mengalami perubahan yang dipengaruhi
oleh berbagai faktor. Lalu, bagaimana cara untuk mengkaji karakter tersebut?
Menganalisis
Karakteristik Peserta Didik
Kalau kalian sudah mengetahui karakteristik apa
saja yang harus diperhatikan, saatnya melakukan pengkajian yang meliputi:
Karakteristik
Umum
Karakteristik
umum berkaitan dengan budaya, suku, agama, gender, dan latar belakang status
sosial yang mempengaruhi sikap dan minat belajar siswa.
Contohnya,
saat merencanakan kerja kelompok, pertimbangkan perbedaan gender yang mungkin
berdampak pada perhatian dan tingkat partisipasi siswa. Kelompok dengan jenis
gender yang beragam bisa bekerja dengan baik di kelas awal, tapi bisa saja
menghambat pembelajaran siswa untuk beberapa kelas menengah.
Dengan
memperhatikan karakteristik umum siswa, kita bisa merancang dan
mengimplementasikan pelajaran bermakna yang menjawab kebutuhan unik setiap
siswa.
Kemampuan
Awal Khusus
Kemampuan
awal merujuk pada pengetahuan dan keterampilan yang sudah atau belum dimiliki
siswa.
Untuk mengetahuinya,
kita bisa melakukannya secara informal lewat pertanyaan di kelas, atau lebih
formal dengan memberikan tes. Hasilnya akan menentukan apakah siswa memiliki
kompetensi yang diperlukan untuk mendapatkan atau mengetahui materi
selanjutnya.
Contohnya,
saat kelas akan membahas tentang luas geometris, tes kemampuan awalnya berfokus
pada keterampilan perkalian untuk mengidentifikasi apakah siswa bisa memahami
materi selanjutnya.
Gaya Belajar
Gaya belajar
mengacu pada ciri-ciri psikologis yang mempengaruhi bagaimana pandangan dan
respon peserta didik pada berbagai stimulus yang diberikan. Ciri psikologis
yang dimaksud adalah kekuatan dalam memberi persepsi, kebiasaan memproses
informasi, motivasi, dan berbagai aspek psikologis lainnya.
Informasi
yang didapatkan dari menganalisis karakteristik umum, kemampuan awal khusus,
dan gaya belajar siswa akan membantu kita dalam proses perencanaan dan
pelaksanaan pembelajaran.
Mengapa Guru
Harus Memahami Karakteristik Peserta Didik?
Bagi guru,
manfaat mengenal dan memahami karakter peserta didik adalah guru akan dapat
memetakan kondisi peserta didik sesuai dengan karakternya masing-masing.Guru
dapat memberikan pelayanan prima dan memberi tugas sesuai dengan kebutuhan dan
kesanggupan peserta didiknya. Dengan demikian guru dapat mengembangkan potensi
yang dimiliki mereka berupa
Manfaat
Memahami Karakteristik Siswa Dengan begitu, mereka bisa lebih mudah menerima
dan menyerap pengetahuan baru yang diberikan. Mengetahui latar belakang sosial
dan budaya siswa, contohnya tingkat pendidikan orang tua, sosial ekonomi, atau
dimensi kehidupan lainnya, agar bisa disesuaikan dengan metode yang efisiens.
Jadi
seperti itu ya guys penjelasan dari karakteristik peserta
didik.
Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan kita bersama dan menjadi ilmu yang
bermanfaat untuk kita, aamiin yarabbal alamin. Sekian blog saya minggu ini,
akan kita lanjutkan diminggu depan dengan materi yang berdeda pastinya, sekian
dari saya kalo ada kesalahan kata dan penulisan mohon dimaafkan, terima kasih
telah membaca.... Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatu.