Kamis, 28 April 2022

TUGAS MINGGUAN: KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK

 

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatu, Hay guys jumpa lagi ni di tugas mingguan kelima, sebelumnya diminggu lalu saya sudah menulis tentang 4 kompetensi guru profesional, dan sekarang saya akan membahas tentang karakteristik peserta didik, yuk langsung saja ke pembahasannya...

Sebagai guru, kita harus mengetahui karakter peserta didik yang berbeda-beda. Sebab, hal itu berkaitan dengan cara kita merancang dan melaksanakan pembelajaran yang sesuai.

Supaya siswa mampu mencapai tujuan pembelajaran, mari kita pahami bersama karakter peserta didik yang unik.

Apa Itu Karakteristik Peserta Didik?

Karakter bukanlah sesuatu yang berasal dari lahir, tapi terbentuk dari lingkungan dan orang-orang di sekitar. Menurut Lestari et al dalam Memahami Karakteristik Anak (2020), karakter adalah kualitas moral yang menjadi kepribadian khusus dan membedakannya dengan individu lain.

Karakteristik peserta didik bisa diartikan sebagai keseluruhan pola kelakuan yang dimiliki, yang nantinya berpengaruh pada kegiatannya dalam mencapai cita-cita atau tujuan.

Terus, kenapa guru harus memahami karakteristik siswanya?

Karakteristik peserta didik jadi salah satu variabel desain pembelajaran yang berkaitan sama latar belakang siswa. Dengan begitu, pembelajaran bisa dirancang sesuai aspek yang ada di diri siswa seperti kemampuan umum, ekspektasi terhadap pembelajaran, dan ciri-ciri jasmani serta emosional mereka.

Manfaat Memahami Karakteristik Siswa

Selain berperan penting untuk rancangan pembelajaran, ada beberapa manfaat lain yang didapatkan dari menganalisis karakteristik peserta didik dalam kelas, antara lain:

 

  • ·        Mendapat gambaran yang lengkap tentang kemampuan awal siswa sebagai landasan untuk mencapai keberhasilan pembelajaran yang optimal.
  • ·        Mengetahui jenis pengalaman yang telah dimiliki oleh siswa sehingga bisa memberikan materi secara tepat lewat contoh atau ilustrasi. Dengan begitu, mereka bisa lebih mudah menerima dan menyerap pengetahuan baru yang diberikan.
  • ·        Mengetahui latar belakang sosial dan budaya siswa, contohnya tingkat pendidikan orang tua, sosial ekonomi, atau dimensi kehidupan lainnya, agar bisa disesuaikan dengan metode yang efisiens.
  • ·        Mendapat informasi tentang tingkat pertumbuhan dan perkembangan siswa, baik jasmani maupun rohani, yang berpengaruh terhadap keberhasilan dan cara belajar mereka.
  • ·        Mengetahui aspirasi dan kebutuhan siswa sehingga dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih tepat.
  • ·        Mengetahui tingkat penguasaan pengetahuan yang sudah diperoleh siswa sebelumnya.
  • ·        Mendapat gambaran tentang tingkat penguasaan bahasa siswa, baik secara lisan maupun tertulis, yang bisa jadi pertimbangan dalam menyajikan materi.
  • ·        Mengetahui sikap dan nilai yang ada dalam diri siswa, sebab hal ini dapat dijadikan pertimbangan untuk merencanakan pengajaran.

Jadi, banyak banget hal yang didapatkan dari memahami karakteristik peserta didik. Nah, sekarang apakah kalian sudah tahu apa saja karakteristik yang harus diperhatikan?

Apa Saja Karakter Peserta Didik yang Harus Diperhatikan?

Dengan mengidentifikasi karakteristik peserta didik, guru bisa membedakan, mengoptimalkan, dan mengatasi kesulitan belajar yang dialami siswa.

Sardiman dalam bukunya Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (2011) menyebutkan ada tiga macam karakteristik peserta didik yang harus diperhatikan, yaitu:

Karakteristik yang berkaitan dengan kemampuan awal siswa, contohnya kemampuan intelektual dan berpikir.

Karakteristik yang berhubungan dengan latar belakang dan status sosial siswa.

Karakteristik yang berkaitan dengan perbedaan-perbedaan kepribadian misalnya sikap, perasaan, dan minat.

Kondisi dan karakteristik peserta didik senantiasa mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Lalu, bagaimana cara untuk mengkaji karakter tersebut?

Menganalisis Karakteristik Peserta Didik

Kalau kalian sudah mengetahui karakteristik apa saja yang harus diperhatikan, saatnya melakukan pengkajian yang meliputi:

 

Karakteristik Umum

Karakteristik umum berkaitan dengan budaya, suku, agama, gender, dan latar belakang status sosial yang mempengaruhi sikap dan minat belajar siswa.

Contohnya, saat merencanakan kerja kelompok, pertimbangkan perbedaan gender yang mungkin berdampak pada perhatian dan tingkat partisipasi siswa. Kelompok dengan jenis gender yang beragam bisa bekerja dengan baik di kelas awal, tapi bisa saja menghambat pembelajaran siswa untuk beberapa kelas menengah.

Dengan memperhatikan karakteristik umum siswa, kita bisa merancang dan mengimplementasikan pelajaran bermakna yang menjawab kebutuhan unik setiap siswa.

Kemampuan Awal Khusus

Kemampuan awal merujuk pada pengetahuan dan keterampilan yang sudah atau belum dimiliki siswa.

Untuk mengetahuinya, kita bisa melakukannya secara informal lewat pertanyaan di kelas, atau lebih formal dengan memberikan tes. Hasilnya akan menentukan apakah siswa memiliki kompetensi yang diperlukan untuk mendapatkan atau mengetahui materi selanjutnya.

Contohnya, saat kelas akan membahas tentang luas geometris, tes kemampuan awalnya berfokus pada keterampilan perkalian untuk mengidentifikasi apakah siswa bisa memahami materi selanjutnya.

Gaya Belajar

Gaya belajar mengacu pada ciri-ciri psikologis yang mempengaruhi bagaimana pandangan dan respon peserta didik pada berbagai stimulus yang diberikan. Ciri psikologis yang dimaksud adalah kekuatan dalam memberi persepsi, kebiasaan memproses informasi, motivasi, dan berbagai aspek psikologis lainnya.

Informasi yang didapatkan dari menganalisis karakteristik umum, kemampuan awal khusus, dan gaya belajar siswa akan membantu kita dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.

Mengapa Guru Harus Memahami Karakteristik Peserta Didik?

Bagi guru, manfaat mengenal dan memahami karakter peserta didik adalah guru akan dapat memetakan kondisi peserta didik sesuai dengan karakternya masing-masing.Guru dapat memberikan pelayanan prima dan memberi tugas sesuai dengan kebutuhan dan kesanggupan peserta didiknya. Dengan demikian guru dapat mengembangkan potensi yang dimiliki mereka berupa

Manfaat Memahami Karakteristik Siswa Dengan begitu, mereka bisa lebih mudah menerima dan menyerap pengetahuan baru yang diberikan. Mengetahui latar belakang sosial dan budaya siswa, contohnya tingkat pendidikan orang tua, sosial ekonomi, atau dimensi kehidupan lainnya, agar bisa disesuaikan dengan metode yang efisiens.

Jadi seperti itu ya guys penjelasan dari karakteristik peserta didik. Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan kita bersama dan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita, aamiin yarabbal alamin. Sekian blog saya minggu ini, akan kita lanjutkan diminggu depan dengan materi yang berdeda pastinya, sekian dari saya kalo ada kesalahan kata dan penulisan mohon dimaafkan, terima kasih telah membaca.... Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatu.

Rabu, 20 April 2022

TUGAS MINGGUAN: 4 KOMPETENSI GURU PROFESIONAL

 

        Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatu, Hay guys jumpa lagi ni di tugas mingguan keempat, sebelumnya diminggu lalu saya sudah menulis tentang pengertian manajemen sekolah, dan sekarang saya akan membahas tentang 4 kompetensi guru profesional, yuk langsung saja ke pembahasannya...

    Teacher’s competency atau kompetensi guru merupakan kemampuan seorang guru untuk melakukan tugas dan kewajibannya dengan layak dan bertanggung jawab.

    Menurut Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 pasal 35 ayat 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa standar nasional pendidikan terdiri dari isi, standar proses, standar pengelolaan, standar penilaian pendidikan, dan standar pembiayaan harus ditingkatkan secara berkala dan berencana.

 

    Dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, menyebutkan bahwa seorang guru adalah pendidik profesional yang tugas utamanya adalah mendidik, membimbing, mengajar, menilai, melatih, dan mengevaluasi peserta didik mulai dari pendidikan usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan pendidikan formal.

 

Guru sebagai learning agent (agen pembelajaran) yaitu guru berperan sebagai fasilitator, pemacu, motivator, pemberi inspirasi, dan perekayasa pembelajaran bagi peserta didik.

 

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 pasal 8, kompetensi guru meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang akan didapatkan jika mengikuti pendidikan profesi.

 

1. Kompetensi Kepribadian

Kompetensi guru yang pertama adalah kompetensi kepribadian. Kompetensi kepribadian adalah kemampuan personal yang dapat mencerminkan kepribadian seseorang yang dewasa, arif dan berwibawa, mantap, stabil, berakhlak mulia, serta dapat menjadi teladan yang baik bagi peserta didik.

 

Kompetensi kepribadian dibagi menjadi beberapa bagian, meliputi:

 

Kepribadian yang stabil dan mantap. Seorang guru harus bertindak sesuai dengan norma-norma sosial yang berlaku di masyarakat, bangga menjadi seorang guru, serta konsisten dalam bertindak sesuai dengan norma yang berlaku.

 

Kepribadian yang dewasa. Seorang guru harus menampilkan sifat mandiri dalam melakukan tindakan sebagai seorang pendidik dan memiliki etos kerja yang tinggi sebagai guru.

 

Kepribadian yang arif. Seorang pendidik harus menampilkan tindakan berdasarkan manfaat bagi peserta didik, sekolah dan juga masyarakat serta menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan melakukan tindakan.

 

Kepribadian yang berwibawa. Seorang guru harus mempunyai perilaku yang dapat memberikan pengaruh positif dan disegani oleh peserta didik.

 

Memiliki akhlak mulia dan menjadi teladan. Seorang guru harus bertindak sesuai dengan norma yang berlaku (iman dan taqwa, jujur, ikhlas, suka menolong) dan dapat diteladani oleh peserta didik.

 

2. Kompetensi Pedagogik

Kompetensi pedagogik yaitu kemampuan seorang guru dalam memahami peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, pengembangan peserta didik, dan evaluasi hasil belajar peserta didik untuk mengaktualisasi potensi yang mereka miliki.

 

Kompetensi pedagogik dibagi menjadi beberapa bagian, diantaranya sebagai berikut:

 

Dapat memahami peserta didik dengan lebih mendalam. Dalam hal ini, seorang guru harus memahami peserta didik dengan cara memanfaatkan prinsip-prinsip kepribadian, perkembangan kognitif, dan mengidentifikasi bekal untuk mengajar peserta didik.

 

Melakukan rancangan pembelajaran. Guru harus memahami landasan pendidikan untuk kepentingan pembelajaran, seperti menerapkan teori belajar dan pembelajaran, memahami landasan pendidikan, menentukan strategi pembelajaran didasarkan dari karakteristik peserta didik, materi ajar, kompetensi yang ingin dicapai, serta menyusun rancangan pembelajaran.

 

Melaksanakan pembelajaran. Seorang guru harus dapat menata latar pembelajaran serta melaksanakan pembelajaran secara kondusif.

 

Merancang dan mengevaluasi pembelajaran. Guru harus mampu merancang dan mengevaluasi proses dan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan dengan menggunakan metode, melakukan analisis evaluasi proses dan hasil belajar agar dapat menentukan tingkat ketuntasan belajar peserta didik, serta memanfaatkan hasil penilaian untuk memperbaiki program pembelajaran.

 

Mengembangkan peserta didik sebagai aktualisasi berbagai potensi peserta didik. Seorang guru mampu memberikan fasilitas untuk peserta didik agar dapat mengembangkan potensi akademik dan nonakademik yang mereka miliki.

 

3. Kompetensi Sosial

Kompetensi guru selanjutnya adalah kompetensi sosial. Kompetensi sosial yaitu kemampuan yang dimiliki oleh seorang guru untuk berkomunikasi dan bergaul dengan tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua peserta didik, dan masyarakat di sekitar sekolah.

 

Kompetensi sosial meliputi:

 

Memiliki sikap inklusif, bertindak obyektif, dan tidak melakukan diskriminasi terhadap agama, jenis kelamin, kondisi fisik, ras, latar belakang keluarga, dan status sosial

 

Guru harus dapat berkomunikasi secara santun, empatik, dan efektif terhadap sesama guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta masyarakat sekitar

 

Guru dapat melakukan adaptasi di tempat bertugas di berbagai wilayah Indonesia yang beragam kebudayaannya

 

Guru mampu melakukan komunikasi secara lisan dan tulisan.

 

4. Kompetensi Profesional

Kompetensi guru yang terakhir adalah kompetensi profesional. Kompetensi profesional yaitu penguasaan terhadap materi pembelajaran dengan lebih luas dan mendalam. Mencakup penguasaan terhadap materi kurikulum mata pelajaran dan substansi ilmu yang menaungi materi pembelajaran dan menguasai struktur serta metodologi keilmuannya.

 

Kompetensi profesional meliputi:

 

·        Penguasaan terhadap materi, konsep, struktur dan pola pikir keilmuan yang dapat mendukung pembelajaran yang dikuasai.
 
·        Penguasaan terhadap standar kompetensi dan kompetensi dasar setiap mata pelajaran atau bidang yang dikuasai
 
·        Melakukan pengembangan materi pembelajaran yang dikuasai dengan kreatif
 
·        Melakukan pengembangan profesionalitas secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan yang reflektif
 
·        Menggunakan teknologi dalam berkomunikasi dan melakukan pengembangan diri.
 

Menurut Sudarmanto (2009:45), kompetensi adalah atribut untuk meletakkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas baik dan unggul. Atribut tersebut meliputi keterampilan, pengetahuan, dan keahlian atau karakteristik tertentu

Jadi seperti itu ya guys penjelasan pengertian dari 4 kompetensi guru profesional. Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan kita bersama dan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita, aamiin yarabbal alamin. Sekian blog saya minggu ini, akan kita lanjutkan diminggu depan dengan materi yang berdeda pastinya, sekian dari saya kalo ada kesalahan kata dan penulisan mohon dimaafkan, terima kasih telah membaca.... Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatu.

Selasa, 12 April 2022

TUGAS MINGGUAN : MANAJEMEN KELAS

 

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatu, Hay guys jumpa lagi ni di tugas mingguan ketiga, sebelumnya diminggu lalu saya sudah menulis tentang pengertian manajemen sekolah, dan sekarang saya akan membahas tentang manajemen kelas, yuk langsung saja ke pembahasannya...

Apa sih pengertian Manajemen kelas...? pengertian Manajemen kelas menurut yang saya baca di artikel https://www.dosenpendidikan.co.id tentang manajemen kelas  ialah Manajemen kelas adalah proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, dan pengawasan kegiatan pembelajaran guru dengan segenap penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Manajemen adalah rangkaian kegiatan atau tindakan yang dimaksud untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan berlangsungnya pembelajaran. Manajemen kelas merupakan persyaratan penting yang menentukan terciptanya pembelajaran yang efektif.

                Penciptaan kelas yang nyaman merupakan kajian dari manajemen kelas, sebab manajemen kelas merupakan serangkaian perilaku guru dalam upayanya menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan peserta  didik untuk belajar dengan baik. Keefektifan  manajemen  kelas  sangat  tergantung kepada bagaimana guru memahami berbagai aspek pelaksanaannya.

Pengajaran adalah serangkaian kegiatan yang bermaksud  memfasilitasi  peserta  didik mencapai tujuan pendidikan secara langsung. Manajemen  kelas  merupakan segenap upaya guru dalam mengelola kegiatan  pembelajaran  guna  mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Manajemen kelas menentukan keberhasilan pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa.

 

Sehingga nampak jelas bahwa peran guru dalam manajemen kelas sangat menentukan keefektifan dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru  dan  siswa. Manajemen kelas berasal dari dua kata yaitu manajemen  dan  kelas. Apakah yang dimaksud dengan manajemen? Manajemen berasal dari kata manage yang berarti mengurus, memimpin, mencapai,  dan  memerintah.

 

Manajemen berasal dari Bahasa Latin, yaitu manus yang berarti tangan, dan agere yang berarti melakukan (Usman, 2009:5). Dua kata tersebut digabung menjadi managere, yang berarti menangani, melakukan dengan tangan. Usman (2009:5) mengemukakan managere diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, dalam bentuk kata kerja to manage, kata benda management, dan manager untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen.

Manajemen menurut Kamus Bahasa Indonesia (2008:909-910) adalah:  proses pemakaian sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran yang telah ditentukan; dan penggunaan sumber daya secara efektif untuk  mencapai  sasaran.

Selanjutnya apa yang dimaksud dengan kelas?

Kelas adalah ruang tempat belajar di sekolah (Kamus Bahasa Indonesia, 2008:669). Ketika membahas kelas, maka seseorang lazim akan mempersepsikan bahwa  kelas  merupakan  sebuah ruang berdinding, di dalamnya ada meja, kursi, papan tulis, dan perabot lainnya yang digunakan guru dan siswa melaksanakan kegiatan pembelajaran. Wiyani (2013:53) menyatakan bahwa kelas merupakan bangunan yang tidak bisa digerak- gerakkan atau dipindahkan.

Pengertian tersebut merupakan pengertian sempit dari kelas. Sedangkan pengertian luas dari kelas adalah semua tempat yang dapat digunakan dan/atau diakses oleh guru dan siswa untuk melakukan pembelajaran yang tidak dibatasi ruang dan waktu. Sehingga kelas memiliki cakupan yang  luas, di mana ada interaksi guru dan siswa terkait membahas ilmu pengetahuan, maka tempat tersebut dapat disebut dengan kelas. Seiring dengan perkembangan teknologi, wahana untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran pun semakin kompleks dan canggih. Pembelajaran tidak hanya dilakukan secara tatap muka, namun dapat dilakukan tanpa tatap muka, seperti pembelajaran dengan sistem e- learning.

Agar kondisi kelas memberikan kontribusi yang positif bagi keefektifan proses pembelajaran, maka guru harus mampu menciptakan dan  merekayasa  kondisi  kelas yang dihadapinya dengan sedemikian rupa. Usaha ini akan efektif manakala guru memahami secara tepat faktor-faktor yang mendukung terciptanya kondisi belajar yang menguntungkan, seperti menginventarisasi masalah-masalah yang diperkirakan mungkin timbul sehingga dapat merusak iklim proses belajar mengajar, menguasai berbagai pendekatan manajemen kelas, mencari solusi dan alternatif yang terbaik bagi penyelesaian masalah yang dihadapinya saat berlangsungnya proses belajar mengajar, merencanakan apa yang seharusnya dilakukan dalam proses belajar mengajar.

Manajemen kelas adalah seni dan praktis kerja yang dilakukan oleh guru, baik secara individu, dengan atau melalui orang  lain  (seperti  team  teaching dengan teman sejawat atau siswa sendiri) untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. Jika mengacu pada proses manajemen, maka manajemen kelas juga memiliki proses, yakni perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan (evaluasi).

Perencanaan merujuk pada perencanaan pembelajaran dan unsur-unsur penunjangnya, yang meliputi program tahunan,  program  semester,  silabus, rencana pelaksanaan pembelajaran, instrumen evaluasi, dan rubrik penilaian. Pelaksanaan bermakna proses pembelajaran yang dilakukan guru dan siswa di  kelas. Sedangkan pengawasan yang berwujud evaluasi pembelajaran, terdiri dari jenis yaitu evaluasi proses pembelajaran dan evaluasi hasil pembelajaran.

Tujuan Manajemen Kelas

Tujuan pengelolaan kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan. Secara umu tujuan pengelolaan kelas dalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa.

Manajemen kelas adalah adalah usaha sadar untuk  mengatur  kegiatan proses belajar mengajar secara sistematis. Usaha sadar itu meliputi penyiapan  bahan ajar, penyediaan sarana dan alat peraga atau media pembelajaran, mengatur ruang belajar, dan menciptakan suasana belajar yang kondusif, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Guru dalam melaksanakan pengelolaan kelas harus memahami kegiatan dalam manajemen kelas atau aspek-aspek manajemen kelas. Manajemen kelas yang dilakukan guru bukan tanpa ada tujuan. Karena ada tujuan itulah guru selalu berusaha mengelola kelas, walaupun terkadang kelelahan fisik maupun pikiran dirasakan. Guru sadar tanpa mengelola kelas dengan baik, akan berdampak pada terhambatnya kegiatan belajar mengajarnya.

 

Hal seperti itu sama saja membiarkan jalannya pengajaran tanpa membawa hasil, yaitu adanya perubahan tingkah laku peserta didik yang menjadi lebih baik perilakunya, mengantarkan peserta didik dari tidak tahu menjadi  tahu,  dari mengerti menjadi mengerti, dan dari tidak berilmu menjadi berilmu. Tentu tidak perlu diragukan bahwa setiap kali masuk kelas,  guru  selalu  melaksanakan tugasnya mengelola kelas. Manajemen kelas dimaksudkan untuk menciptakan kondisi dalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang  baik. Manajemen kelas dimaksudkan untuk menciptakan kondisi dalam kelompok kelas yang berupa lingkungan kelas yang baik, yang  memungkinkan  siswa  berbuat sesuai dengan kemampuannya. Kemudian dengan manajemen kelas produknya harus sesuai dengan tujuan-tujuan yang hendak dicapai.

 

Tujuan manajemen kelas adalah penyedia fasilitas bagi berbagai macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan sikap apresiasi pada siswa. Arikunto (1988:68) berpendapat bahwa tujuan manajemen kelas adalah agar setiap anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajar secara efektif dan efesien.

 

Jika mengacu pada pengertian manajemen kelas, maka tujuan manajemen kelas adalah menciptakan suasana atau kondisi kelas yang memungkinkan siswa dalam kelas tersebut dapat belajar dengan  efektif. 

 

Manajemen kelas menurut konsepsi lama diartikan sebagai upaya mempertahankan ketertiban kelas. Guru menurut konsepsi lama bertugas menciptakan, memperbaiki, dan memelihara sistem organisasi kelas sehingga individu dapat memanfaatkan kemampuannya, bakatnya, dan energinya pada tugas-tugas individual (Johnson dan Bany, 1970). Sedangkan manajemen kelas menurut konsepsi modern adalah proses seleksi  yang  menggunakan  alat  yang tepat terhadap problem dan situasi manajemen kelas.

Manajemen kelas ditujukan pada kegiatan yang menciptakan dan menjaga kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar siswa, seperti membina hubungan baik antara siswa dengan guru, reinforcement, punisment,  dan  pengaturan tugas. Tujuan manajemen kelas adalah:

·        mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan  kemampuan  semaksimal mungkin;

·        menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran;

·        menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa  dalam  kelas;  dan

·        membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya, serta sifat-sifat individunya. Kemampuan guru  memahami konsep manajemen kelas dan mampu mengimplementasinya menjadi  faktor penentu keberhasilan pembelajaran.

Manajemen kelas ditekankan pada aspek pengaturan lingkungan pembelajaran yaitu berkaitan dengan siswa dan barang/fasilitas. Kegiatan guru tersebut dapat berupa pengaturan kondisi dan fasilitas yang berada di dalam kelas yang diperlukan dalam proses pembelajaran di antaranya tempat duduk, perlengkapan dan bahan ajar, dan lingkungan kelas.

Guru yang profesional adalah guru yang memiliki kemampuan dalam mengelola atau mendesain kelas, yaitu menyediakan iklim yang kondusif untuk berlangsungnya  proses  pembelajaran  yang efektif dan efisien. Apabila suasana belum kondusif,  maka  seorang  guru harus berupaya seoptimal mungkin untuk menguasai, mengatur membenahi, dan menciptakan suasana kelas yang kondusif, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan optimal untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

Jadi seperti itu ya guys penjelasan pengertian dari Manajemen kelas. Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan kita bersama dan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita, aamiin yarabbal alamin. Sekian blog saya minggu ini, akan kita lanjutkan diminggu depan dengan materi yang berdeda pastinya, sekian dari saya kalo ada kesalahan kata dan penulisan mohon dimaafkan, terima kasih telah membaca.... Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatu.

Rabu, 06 April 2022

TUGAS MINGGUAN : MANAJEMEN SEKOLAH

 

Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatu, Hay guys jumpa lagi ni di tugas mingguan kedua, sebelumnya diminggu lalu saya sudah menulis tentang pengertian kultur sekolah, dan sekarang saya akan membahas tentang manajemen sekolah, yuk langsung saja ke pembahasannya...

Apa sih pengertian Manajemen Sekolah...? jadi  Manajemen Sekolah sebagai terjemahan dari School Management adalah suatu pendekatan politik yang bertujuan untuk merancang kembali pengelolaan sekolah dengan memberikan kekuasaan kepada Kepala Sekolah dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya perbaikan kinerja sekolah yang mencakup guru, siswa, kepala sekolah dan meningkatkan partisipasi masyarakat. Manajemen Sekolah merubah sistem pengambilan keputusan dan manajemen ke setiap pihak yang berkepentingan di tingkat lokal (local stakeholders).

Pakar menyatakan, “Manajemen Sekolah merupakan suatu bentuk upaya pemberdayaan sekolah dan lingkungannya untuk mewujudkan sekolah yang mandiri dan efektif melalui optimalisasi peran dan fungsi sekolah sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan bersama. Diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran, dengan mendayagunakan segala sumber yang ada dilingkungan sekolah.2 Manajemen Sekolah adalah penataan sistem pendidikan yang memberikan keleluasaan penuh kepada kepala sekolah, atas kesiapan seluruh staf sekolah, untuk  memanfaatkan semua sumber dan fasilitas belajar yang ada untuk menyelenggarakan pendidikan bagi siswa serta memiliki akuntabilitas atas segala tindakan tersebut”.

Dan juga Manajemen sekolah adalah salah satu kegiatan yang dibuat untuk mengelola seluruh proses administrasi dalam sekolah sebagai sebuah organisasi yang utuh. Manajemen sekolah sendiri memiliki dua aspek, yaitu:

• Manajemen eksternal yang mencakup hubungan antara sekolah dengan pihak di lingkungan luar sekolah, seperti misalnya masyarakat setempat, pemimpin dari masyarakat setempat, dan pemimpin daerah, hingga dinas-dinas yang berkaitan dengan fungsi sekolah.

• Manajemen internal yang mencakup segala hal yang ada di sekolah, mulai dari infrastruktur seperti gedung sekolah, kelas, juga SDM yang ada di sekolah sebagai sebuah organisasi, seperti guru, kepala sekolah, staf, siswa, dan seluruh pihak-pihak lainnya, yang memiliki peran dalam membantu kemajuan sekolah.

Lalu apa sih tujuan Manajemen Sekolah ini..?  tujuan manajemen sekolah menurut beberapa ahli yaitu: Menurut Supriono Subakir tujuan utama penerapan Manajemen Sekolah adalah untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan dan meningkatkan relevansi pendidikan di sekolah, dengan adanya wewenang yang lebih besar dan lebih luas bagi sekolah untuk mengelola urusannya sendiri.

Adapun menurut E. Mulyasa, tujuan Manajemen Sekolah adalah:

a. Peningkatan efisiensi, antara lain diperoleh melalui keleluasaan mengelola sumber daya partisipasi masyarakat dan penyederhanaan birokrasi.

b. Peningkatan mutu, antara lain melalui partisipasi orang tua terhadap sekolah, fleksibilitas pengelolaan sekolah dan kelas, peningkatan profesionalisme guru dan kepala sekolah.

c. Peningkatan pemerataan, antara lain diperoleh melalui peningkatan partisipasi masyarakat yang memungkinkan pemerintah lebih berkonsentrasi pada kelompok tertentu.

Manajemen Sekolah bertujuan untuk memberdayakan sekolah melalui pemberian otonomi kepada sekolah dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif. Secara rinci, Tujuan Manajemen Sekolah menurut Departemen Pendidikan Nasional adalah :

1) Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia.

2) Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama.

3) Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, masyarakat dan pemerintah tentang mutu sekolah.

4) Meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai.

Pakar ilmu pendidikan menyatakan: Manajemen Sekolah bertujuan untuk memberdayakan sekolah, terutama sumberdaya manusianya, seperti kepala sekolah, guru, karyawan, siswa, orang tua siswa dan masyarakat sekitarnya. Pemberdayaan sumberdaya manusia ini melalui pemberian kewenangan, fleksibilitas, dan pemberian tanggung jawab untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh sekolah yang bersangkutan.

Lalu fungsi dari Manajemen Sekolah ini apa sih..? Manajemen Sekolah memberikan kebebasan dan kekuasaan yang besar pada sekolah, disertai seperangkat tanggung jawab. Dengan adanya otonomi yang memberikan tanggung jawab pengelolaan sumber daya dan pengembangan strategi Manajemen Sekolah sesuai dengan kondisi setempat, sekolah dapat lebih meningkatkan kesejahteraan guru sehingga dapat lebih berkonsentrasi pada tugas. Keleluasaan dalam mengelola sumber daya dan dalam menyertakan masyarakat untuk berpartisipasi, mendorong profesionalisme kepala sekolah, dalam peranannya sebagai manajer maupun pemimpin sekolah. Dengan diberikannya kesempatan kepada sekolah untuk menyusun kurikulum, guru didorong untuk berinovasi, dengan melakukan eksperimentasi-eksperimentasi di lingkungan sekolahnya. Manajemen Sekolah mendorong profesionalisme guru dan kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan di sekolah.

Melalui penyusunan kurikulum elektif, rasa tanggap sekolah  terhadap kebutuhan setempat meningkat dan menjamin layanan pendidikan sesuai dengan tuntutan peserta didik dan masyarakat sekolah. Manajemen Sekolah menekankan keterlibatan maksimal berbagai pihak, seperti pada sekolah-sekolah swasta, sehingga menjamin partisipasi staf, orang tua, peserta didik, dan masyarakat yang lebih luas dalam perumusan-perumusan keputusan tentang pendidikan. Kesempatan berpartisipasi tersebut dapat meningkatkan komitmen mereka terhadap sekolah. Selanjutnya, aspek-aspek tersebut pada akhirnya akan mendukung efektivitas dalam pencapaian tujuan sekolah. Adanya kontrol dari masyarakat dan monitoring dari pemerintah, pengelolaan sekolah menjadi lebih akuntabel, transparan, egaliter dan demokratis, serta menghapuskan monopoli dalam pendidikan.

Hy guys bukan Cuma fungsi aja loh, tapi manajemen sekolah juga punya prinsip-prinsipnya, berikut prinsip dari Manajemen Sekolah : Teori yang digunakan Manajemen Sekolah untuk mengelola sekolah didasarkan pada empat prinsip, yaitu prinsip ekuifinalitas, prinsip desentralisasi, prinsip sistem pengelolaan mandiri, dan prinsip inisiatif sumber daya manusia.

a. Prinsip Ekuifinalitas (Principle of Equifinality)

Prinsip ini didasarkan pada teori manajemen modern yang berasumsi bahwa terdapat beberapa cara yang berbeda-beda untuk mencapai suatu tujuan. Manajemen Sekolah menekankan fleksibilitas sehingga sekolah harus dikelola oleh warga sekolah menurut kondisi mereka masing-masing.

b. Prinsip Desentralisasi (Principle of Decentralization)

Desentralisasi adalah gejala yang penting dalam reformasi manajemen sekolah modern. Prinsip desentralisasi ini konsisten dengan prinsip ekuifinalitas. Prinsip desentralisasi dilandasi oleh teori dasar bahwa pengelolaan sekolah dan aktivitas pengajaran tak dapat dielakkan dari kesulitan dan permasalahan. Pendidikan adalah masalah yang rumit dan kompleks sehingga memerlukan desentralisasi dalam pelaksanaannya.

c. Prinsip Sistem Pengelolaan Mandiri (Principle of Self-Managing System)

Prinsip ini terkait dengan prinsip sebelumnya, yaitu prinsip ekuifinalitas dan prinsip desentralisasi. Ketika sekolah menghadapi permasalahan maka harus diselesaikan dengan caranya sendiri. Sekolah dapat menyelesaikan masalahnya bila telah terjadi pelimpahan wewenang dari birokrasi di atasnya ke tingkat sekolah.

d. Prinsip Inisiatif Manusia (Principle of Human Initiative)

Berdasarkan perspektif ini maka Manajemen Sekolah bertujuan untuk membangun lingkungan yang sesuai untuk warga sekolah agar dapat bekerja dengan baik dan mengembangkan potensinya. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dapat diukur dari perkembangan aspek sumber daya manusianya. Prinsip ini mengakui bahwa manusia bukanlah sumber daya yang statis, melainkan dinamis.

Menurut Husaini Usman, Prinsip-prinsip yang perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan Manajemen Sekolah antara lain sebagai berikut:

1) Komitmen, kepala sekolah dan warga sekolah harus mempunyai komitmen yang kuat dalam upaya menggerakkan semua warga sekolah untuk ber Manajemen Sekolah.

2) Kesiapan, semua warga sekolah harus siap fisik dan mental untuk ber Manajemen Sekolah.

3) Keterlibatan, pendidikan yang efektif melibatkan semua pihak dalam mendidik anak.

4) Kelembagaan, sekolah sebagai lembaga adalah unit terpenting bagi pendidikan yang efektif.

5) Keputusan, segala keputusan sekolah dibuat oleh pihak yang benar-benar mengerti tentang pendidikan.

6) Kesadaran, guru-guru harus memiliki kesadaran untuk membantu dalam pembuatan keputusan program pendidikan dan kurikulum.

7) Kemandirian, sekolah harus diberi otonomi sehingga memiliki kemandirian dalam membuat keputusan pengalokasian dana.

8) Ketahanan, perubahan akan bertahan lebih lama apabila melibatkan stakeholders sekolah.

Ada berapa bidang sih dalam manajemen ini..?  dikatakan oleh DIrektorat Pendidikan Menengah Umum Depdiknas, ada beberapa bidang-bidang kegiatan dalam pendidikan sekolah, yaitu:

1. Manajemen Kurikulum

Manajemen sekolah kurikulum ini  merupakan salah satu aspek utama di sekolah sebagai sebuah organisasi yang utuh. Prinsip dasarnya adalah mengusahakan supaya kegiatan belajar dan mengajar dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan alur kerja yang sudah ditentukan sebelumnya. Manajemen kurikulum ini terdiri dari empat tahapan, yaitu; merencanakan, mengorganisasi dan koordinasi, melaksanakan, dan mengendalikan.

2. Manajemen Kesiswaan

Manajemen sekolah kesiswaan ini berfungsi untuk mengatur segala sesuatu terkait siswa yang menjadi bagian dari organisasi sekolah. Berbicara tentang bagaimana seharusnya para siswa diperlakukan, bagaimana guru harus mengamati kondisi masing-masing siswa dan mengakui perbedaan yang terdapat dalam diri masing-masing siswa, bagaimana caranya memberikan suntikan motivasi agar siswa mau belajar, dan bagaimana guru mampu membantu siswa dalam mengembangkan potensi dalam dirinya.

3. Manajemen Personalia

Manajemen sekolah personalia ini berbicara tentang bagaimana meningkatkan kualitas sekolah dengan memanfaatkan SDM terbaik, dan bagaimana menciptakan budaya kerja serta mengajar yang sehat agar semua pihak yang terlibat bisa mendapatkan hasil yang maksimal, juga memberikan yang terbaik untuk kemajuan sekolah.

4. Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan ini tentu berkaitan tentang perputaran dana yang masuk dan yang keluar, dan bagaimana caranya menciptakan peraturan yang mampu memberikan keuntungan materiil agar sekolah bisa tetap beroperasi.

5. Manajemen Infrastruktur

Manajemen sekolah yang terakhir ini mengatur segala infrastruktur yang ada di sekolah, mendata dan merawat seluruh sarana dan prasarana yang ada di sekolah secara periodik, dan tata cara merawat serta memperbarui data-datanya.

Manajemen Sekolah yang Baik

Membuat manajemen sekolah yang baik tentu harus didiskusikan bersama dengan seluruh pihak ataupun perwakilan dari pihak yang akan terlibat nantinya. Usahakan untuk memenuhi segala aspek-aspek yang ada dalam penjelasan sebelumnya.

Selain itu, usahakan juga untuk membuat manajemen yang fleksibel, di mana artinya bisa diperbarui atau bahkan diganti ketika muncul sebuah keadaan yang mengharuskan pihak sekolah untuk merombak manajemen sekolah ke arah yang lebih baik.

Jadi seperti itu ya guys penjelasan pengertian dari Manajemen Sekolah. Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan kita bersama dan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita, aamiin yarabbal alamin. Sekian blog saya minggu ini, akan kita lanjutkan diminggu depan dengan materi yang berdeda pastinya, sekian dari saya kalo ada kesalahan kata dan penulisan mohon dimaafkan, terima kasih telah membaca.... Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatu.

TUGAS MINGGUAN: MEDIA PEMBELAJARAN

  Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatu, Hay guys jumpa lagi ni di tugas mingguan ke sebelas , sebelumnya dim...