Rabu, 30 Maret 2022

TUGAS MINGGUAN : KULTUR SEKOLAH

 

Bismillahhirrahmanirrahim, Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu. Hay guys apa kabarnya ni, sudah lama banget ni saya nggak main blogger lagi, kemarin terakhir main blogger di semester 1 sama 2, saat dimakul ibu Farninda Aditya aja, dan alhamdulillah sekarang disemester 4 saya bertemu lagi dengan ibu Farninda di mata kuliah Magang 1, jadi kalo berkaitan dengan ibu Ninda ini pasti erat kaitannya dengan menulis dan semacamnya, jadi kami disemester ini diberikan tugas mingguan berupa menyampaikan laporan bacaan terkait dengan mata kuliah kami, jadi hari ini saya akan menyampaikan laporan yang sudah saya baca yang berjudul “Kultur Sekolah”.

Apa sih pengertian kultur sekolah itu..? Istilah “kultur” pada mulanya datang dari disiplin ilmu Antropologi Sosial. Apa yang tercakup dalam definisi budaya sangatlah luas. Istilah kultur dapat diartikan sebagai totalitas pola perilaku, kesenian, kepercayaan, kelembagaan, dan semua produk lain dari karya dan pemikiran manusia yang mencirikan kondisi suatu masyarakat atau penduduk yang ditransmisikan bersama. Dalam kamus besar bahasa Indonesia , budaya (cultural) diartikan sebagai pikiran, adat istiadat, sesuatu yang sudah berkembang, sesuatu yang menjadi kebiasaan yang sukar diubah.

Jadi kultur sekolah ini dapat diartikan Sejumlah keyakinan dan nilai disepakati secara luas di sekolah dan sejumlah kelompok memiliki kesepakatan terbatas di kalangan mereka tentang keyakinan dan nilai-nilai tertentu. ataupun  kultur sekolah adalah suatu pola asumsi dasar hasil invensi, penemuan oleh suatu kelompok tertentu saat ia belajar mengatasi masalah-masalah yang berhasil baik serta dianggap valid dan akhirnya diajarkan ke warga baru sebagai cara-cara yang dianggap benar dalam memandang, memikirkan, dan merasakan masalah-masalah tersebut.”Jadi, kultur sekolah merupakan kreasi bersama yang dapat dipelajari dan teruji dalam memecahkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi sekolah dalam mencetak lulusan yang cerdas, terampil, mandiri dan bernurani

Kultur Sekolah merupakan budaya sekolah yang dapat memberikan pengaruh terhadap kehidupan masyarakat sekolah baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif sebagaimana karakteristik kultur tersebut. Hal tersebut sesuai dengan pendapat  pak Moerdiyanto guys yang menyatakan bahwa “Kultur sekolah terdiri dari kultur positif dan kultur negatif. Kultur positif adalah budaya yang membantu mutu sekolah dan mutu kehidupan bagi warganya”. Dalam pengertian mutu sekolah dan mutu kehidupan dapat dimaksudkan sebagai mutu yang berhubungan dengan kehidupan yang bernilai moralitas dan agamis masyarakat sekolah. Aktifitas siswa dalam kesehariannya tidak akan lepas dari keterlibatan kultur sekolah pada proses bersikap, berbuat dan memandang bahkan berfikirnya. Mutu kehidupan siswa yang diharapkan adalah siswa yang memiliki prilaku baik dalam sudut pandang etika dan agama. Kultur positif ini akan memberi peluang sekolah beserta warganya untuk membentuk dan maningkatkan kemampuan dan kecerdasan spiritual siswa.

Sedangkan fungsi dari kultur sekolah ialah Kultur sekolah akan mendorong terbentuknya stabilitas dan dinamika sosial yang berkualitas. Hal ini penting agar lingkungan sekolah menjadi kondusif tidak terganggu oleh konflik yang akan menghambat peningkatan mutu pendidikan. Kultur sekolah berperan dalam mengembangkan prestasi siswa melalui nilai-nilai utama dan nilai pendukung; yaitu nilai berprestasi; kedisiplinan; kebersihan dan religi. Adapun nilai pendukung seperti tanggung jawab; kejujuran; toleransi, yang dibudayakan melalui tugas-tugas yang diberikan kepada siswa.

Pembelajaran yang baik hanya dapat berlangsung pada sekolah yang memiliki kultur positif. Kultur sekolah yang sehat akan berdampak kesuksesan siswa dan guru dibandingkan dengan dampak bentuk reformasi pendidikan lainnya. Kultur sekolah yang sehat dan positif berkaitan erat dengan motivasi dan prestasi siswa serta produktivitas dan kepuasan guru”.

Contoh Kultur Positif di sekolah:

  • ·        Warga sekolah memiliki keyakinan hanya mereka yang belajar keras dan sungguh-sungguh yang akan memperoleh prestasi tinggi.
  • ·         Memegang teguh bahwa prestasi dan proses mencapainya seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan
  • ·         Menjunjung tinggi nilai-nilai religius, norma sosial, etika dan moral.
  • ·         Membangun jembatan antara visi, misi, dan aksi.
  • ·         Kepala Sekolah, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan memiliki kinerja dan etos kerja yang baik dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di sekolah.
  • ·         Kepala Sekolah, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan memiliki spirit corp dan team workyang tinggi
  • ·         Komitmen seluruh warga sekolah (Kepala Sekolah, Pendidik dan Tenaga kependidikan) untuk selalu belajar (belajar sepanjang hayat)
  • ·         Menghargai prestasi siswa
  • ·         Memiliki simbol-simbol yang menekankan penghargaan dan sangsi, sehingga mendorong pencapaian prestasi dan menghambat pelanggaran dan tidak memiliki prestasi.
  • ·         Lingkungan sekolah yang bersih, rapi, sejuk, dan aman

Contoh Kultur Negatif di sekolah:

  • ·         Siswa memiliki keyakinan belajar asal-asalan apa adanya pasti naik kelas dan lulus.
  • ·         Siswa ingin meraih prestasi yang setinggi-tingginya dengan segala cara untuk mencapainya, sekalipun melanggar norma dan nilai (misalnya : Nyontek, bekerja sama dalam ulangan, plagiat dalam membuat tugas, dsb.).
  • ·         Siswa tidak antusias menerima tugas karena hanya akan membikin mereka harus belajar lebih banyak.
  • ·         Siswa tidak khawatir dengan nilai rapor yang jelek dan hanya beberapa siswa yang selalu mengerjakan PR karena mereka yakin dengan belajar sebagaimana sekarang ini saja mereka akan naik kelas dan lulus mendapatkan ijazah. Ijazah dianggap sebagai sesuatu yang penting, tetapi tidak diperlakukan sebagai simbol ilmu yang telah dikuasai.
  • ·         Siswa malas belajar dikarenakan guru yang tidak menarik, tidak antusias dalam mengajar, dan tidak menguasai materi.
  • ·         Hasil karya siswa dan prestasi sekolah tidak dipajang sebagaimana mestinnya yaitu sebagai suatu kebanggaan yang dapat memberikan motivasi untuk yang lainnya.
  • ·         Guru sering melecehkan siswa dan tidak memperlakukan mereka sebagai anak yang dewasa melainkan memperlakukan mereka sebagai anak kecil. Oleh karena itu, sebagai balasannyasiswa tidak menghargai guru.
  • ·         Sekolah tidak disiplin dalam melaksanakan proses belajar mengajar dan menyalahkan siswa atas prestasinya.
  • ·         Kebijakan kepala sekolah bersifat pilih kasih.
  • ·         Menghindari kolaborasi dan selalu ada pertentangan.
  • ·         Mereka yang innovatif malah di kritik dan tidak disenangi.
  • ·         Diktator, komentator, Agitator, Spektator.
  • ·         Diantara warga sekolah tidak ada saling percaya dan selalu mencari kesalahan orang lain.
  • ·         Banyak siswa dan guru yang terlambat datang ke sekolah.
  • ·         Lingkungan sekolah yang kotor, membuang sampah tidak pada tempatnya.

Membangun dan melakukan perubahan kultur sekolah tidak bisa melalui ceramah, slogan, atau himbauan saja guys, tapi Perlu adanya kesungguhan dan komitmen yang kuat yang dilaksanakan secara konsisten dengan program-program aksi yang konkrit dengan strategi pengkondisian, pembiasaan, dan keteladanan, baik melalui pendekatan struktural maupun kultural. Pendekatan struktural denganmembuat kesepakatan berupa regulasi (peraturan, tata tertib, dsb.) yang mengikat siswa, guru, dan seluruh warga sekolah lainnya, adanya program-program pembiasaan (habituasi)yang lambat laun akan menjadi budaya/karakter, sedangkan pendekatan kultural melalui interaksi dengan menanamkan nilai-nilai, sikap dan prilaku yang diintegrasikan pada setiap mata pelajaran dan/ataumelalui kegiatan ekstra kurikuler,dan yang terpenting dengan cara pembudayaan dengan keteladanan yang ditunjukkan oleh kepala sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan lainnya di sekolah.

Dan ada kutipan dari ahli ni guys yang berbunyi “Setiap sekolah mempunyai kultur, tapi sekolah yang sukses hanyalah sekolah yang memiliki kultur positif yang sejalan dengan visi dan misi pendidikan yang menjadi harapan dan cita-cita dari seluruh warga sekolah” (Zamroni, 2010). Jadi seperti itu ya guys penjelasan pengertian contoh dan pentingnya kultur sekolah. Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan kita bersama dan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita, aamiin yarabbal alamin. Sekian blog saya minggu ini, akan kita lanjutkan diminggu depan dengan materi yang berdeda pastinya, sekian dari saya kalo ada kesalahan kata dan penulisan mohon dimaafkan, terima kasih telah membaca.... Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUGAS MINGGUAN: MEDIA PEMBELAJARAN

  Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatu, Hay guys jumpa lagi ni di tugas mingguan ke sebelas , sebelumnya dim...