NENEKKU TELADANKU
Assalamua’alaikum sahabat
blogger, ketemu lagi di blogg ku. Bloogku kali ini menceritakan tentang
biografi nenekku yang menjadi bahan ceritaku kali ini.
“Uwah” begitula panggilan ku kepada nenekku, yaa ini
adalah panggilan dalam bahasa Bugis untuk memanggil nenek, kalo kakek saya
panggil “wak” yang artinya bapak, Uwah ku berusia sekitar kurang lebih 50
tahun, kenapa dikatakan kurang lebih, karena aku dan keluargaku, bahkan nenekku
sendiri tidak ingat pasti tanggal lahir sebenarnya karena orang orang terdahulu
dikampung tidak mengurusi akta kelahirannya
dan ktp yang dibuat sekarang pun itu memakai tanggal lahir yang tidak
pasti yaitu hanya perkiraan saja, perawakan nenek ku ini ialah mempunyai kulit
kuning langsat dan rambut yang lurus dan hitam walaupun sudah berusia 50 tahun
lebih tapi uban yang tumbuh dikepalanya bisa dihitung dengan jari dan lebih
banyak rambut hitamnya dari pada uban, serta tubuh yang tidak terlalu besar dan
juga tidak terlalu tinggi, nenekku berasal sari suku Bugis dan begitu juga
ibuku, dari kecil aku sudah biasa mendengarkan percakapan bahasa bugis antara
nenekku dan ibuku tapi sayangnya aku tidak mahir berbahasa bugis dan aku hanya
bisa bahasa bugis sedikit sedikit saja tapi saya paham apa yang dikatakan. Suku
bugis ini banyak sekali pantangannya dan dari kecil aku sudah di ajarkan dengan
pantangan pantangan itu seperti tidak boleh duduk di atas bantal, tidak boleh
mandi memakai baju bagi laki laki, tdan masih banyak lagi. Jadi sedari kecil
nenekku sudah mengajari berbagai norma kesopanan yang diselipkan dalam
pantangan/larangan, seperti makan tidak
mengeluarkan suara mengecap, minum tidak dari teko langsung tapi harus
menggunakan gelas, dan tidak boleh kasar terhadap orang yang lebih tua. Semua
ajaran itu membekas kepadaku hingga saat ini dan aku pun merasakan bahwa ajaran
ini sangat berguna dimasyarakat disaat ada acara seperti tahlilan, kawinan, dan
lain lain . dari kecil uwah ku selalu memanjakanku, saat ibuku marah denganku
uwah ku/ nenekku adalah tempat pelarian ku, nenekku ini terkenal garang tapi
juga penyayang terhadap cucu cucunya, momen yang palingku suka adalah saat uwah
ku memberikan uang jajan dan menyuruhku jangan memberi tau ibuku bahwa uwah ku
sudah memberikan uang dan itu sangat
menyenangkan hatiku karna aku bisa jajan sepuasnya. Bagiku nenekku sangat baik
dan selalu menjadi kesayangannku karna jika aku melakukan kesalahan beliau
tidak langsung memarahiku tapi
menanyakan alasannya terlebih dahulu dan barulah memberikan ku nasehat,
banyak sekali momen momen indah dengan nenekku salah satu momennya adalah saat
aku masih kecil aku dibawa nenekku pergi ke ladang/ sawah dulu nenekku selalu ke ladang untuk memanen
padi dan aku suka mengikuti nenekku,
dulu aku pergi bersama nenekku dan kakekku jadi kakek ku mengantar nenek ku
dulu barulah menjemputku dengan sepeda ontel antiknya, semua itu kalau tidak salah terjadi pada
tahun 2007 saat umurku sudah 7 tahun
disaat hp android belum menjadi tren dan orang orang hanya memakai hp
Nokia senter disaat itulah aku sering
mengikuti nenekku keladang dan ladangnya
agak jauh dari pemukiman warga dan bisa dibilang di tengah hutan, kami juga
melewati beberapa sungai yang dulu masih dihuni oleh buaya sungai, tapi
sekarang sudah tidak lagi karna sekarang sudah banyak pemukiman jadi buayanya sudah
di pindahkan ke tempat karantina, sesampainnya diladang aku duduk disebuah
pondok kecil sambil melihat nenek & kakek ku bekerja di sawah dan itu
sangat menyenangkan bagiku tapi yang
tidak kusuka di ladang hanya satu yaitu serangan nyamuk yang kelaparan yang
membuat tubuh ku gatal gatal karena gigitannya. Saat sudah dirasa matahari
sudah meninggi maka kakek dan nenek beristirahat dulu dan kami pun makan bekal
yang dibuat nenek bersama sama sambil menikmati angin sepoi sepoi dan
pemandangan sawah dan hutan yang membuat hati merasa damai, setelah waktu
dzuhur kami pun pulang kerumah. Itulah
pengalaman saya bersama nenek saya yang masih saya ingat sampai sekarang. Dan
sampai sekarang pun nenek saya adalah nenek yang selalu mengajarkan saya
kebaikan dan menjadi teladan saya. Dan disetiap
sholat ku selalu keselipkan nama nenekku serta orang tua ku yang telah menjaga
dan mendidikku sedari kecil dan harapanku semoga nenekku sehat selalu. Dan ada
juga kebiasaan nenekku yang membuatku menjadikannya teladanku yaitu nenekku
selalu sholat tepat waktu dan selalu menanyai ku kapan waktu sholat tiba serta
mengingatkanku untuk selalu sholat berjamaah dimasjid karena laki laki itu
sholatnya dimasjid bukan dirumah kalo dimasjid itu sholeh kalau dirumah sholeha
namanya jadi intinya jika tidak ada halangan lebih baik sholat berjamaah
dimasjid itu lah kata kata nenek saya yang menjadi teladan dan contoh bagi
saya dan ada juga kebiasaan nenek saya
yang saya kagumi yaitu beliau selalu memberi makan kucing liar yang tak bertuan
atau pun kucing buangan yang beliau temui sehingga dirumah nenek saya itu
banyak sekali kucing yang singgah untuk meminta makan dan nenek saya selalu
memberi makan mereka yang kelaparan. Nenek saya sangat menyukai kucing dan dari
saya kecil nenek saya memang memelihara kucing sehingga saya pun juga akrab
dengan kucing sampai saya pun juga menyayangi kucing. Banyak sekali teladan
yang dapat saya ambil dari nenek saya ini dan sekali lagi nenek saya adalah
orang yang baik penyayang dan ramah kepada siapapun, Cuma sekarang nenek saya
sudah berusia lanjut dan penglihatan beliau sudah berkurang sehingga beliau
sudah jarang melakukan aktivitas dan juga keluar rumah jadi nenek hanya dirumah
tapi tetap melakukan kegiatan kegiatannya seperti memberi makan kucing dan
lainnya. Dan saya pun terkadang jika menjumpai kucing dijalan juga membiasakan
untuk memberi makannya seperti yang dilakukan nenek saya, terkadang jika
selesai dari acara tahlilan atau nikahan dan hajatan tulang tulang ayam atau ikan
bekas yang tidak termakan saya bawa dan saya cari kucing dijalanan untuk
memberikannya makan, sebenarnya ingin dibawa pulang kucingnya tapi karena
dirumah sudah banyak kucing jadi saya hanya bisa memberikannya makan, tapi kita
sudah berusaha semampunya daripada tidak sama sekali bukan...!! ya itulah tadi
beberapa cerita dan pengalaman dari yang saya alami bersama nenek saya dan
semoga saya selalu bisa mencontohi sifat sifat dan kebiasaan nenek saya dan
semoga nenek saya selalu diberikan kesehatan oleh Allah untuk selalu berbuat
baik dan menjadi teladan bagi cucu – cucunya. Mungkin hanya itu yang bisa saya
ceritakan tentang nenek saya semoga kawan - kawan sekalian bisa mengambil
pelajaran dari cerita diatas sekian dari saya wassalamualaikum warahmatullahi
wabarokatu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar