Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatu, Hay guys jumpa lagi ni di tugas
mingguan kesebelas, sebelumnya diminggu lalu saya sudah menulis
tentang sistem Silabus, dan sekarang saya akan membahas tentang Media pembelajaran, yuk langsung saja ke pembahasannya...
Media berfungsi untuk menghubungkan informasi
dari satu pihak ke pihak lain. Sedangkan dalam dunia pendidikan kata media
disebut media pembelajaran.
Media Pembelajaran adalah segala sesuatu yang
dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dalam proses belajar
mengajar sehingga dapat merangsang perhatian dan minat siswa untuk belajar.
Lebih lanjut, Gagne dan Briggs (1975) dalam
Arsyad (2013:4) secara eksplisit mengatakan bahwa media pembelajaran mencakup alat-alat
yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi bahan ajar. Dari kedua
pengertian tersebut, media merupakan alat yang digunakan untuk menyampaikan
materi pembelajaran.
Alat ini dapat berupa alat grafik, visual,
elektronik dan audio yang digunakan untuk mempermudah informasi yang
disampaikan kepada siswa.
Berdasarkan definisi atau pendapat para ahli,
dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat yang digunakan dalam
proses pembelajaran untuk menyampaikan pesan, ide atau gagasan berupa bahan
ajar kepada siswa oleh guru.
Dasar Penggunaan Media
Menurut Piaget dalam Slameto (2010:13)
mengatakan bahwa ada tiga tahap perkembangan mental anak, yaitu:
berpikir secara intuitif + 4 tahun,
beroperasi secara konkrit + 7 tahun,
beroperasi secara mandiri resmi + 11 tahun.
Proses belajar di lingkungan belajar siswa
harus disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa. Anak usia sekolah dasar pada
umumnya berada pada tahap perkembangan mental operasional konkret. Karena itu
dalam pembelajaran di sekolah dasar, guru harus menyediakan kondisi belajar
nyata.
Media pembelajaran dapat digunakan untuk
menciptakan kondisi belajar yang nyata. Dengan menggunakan media pembelajaran,
pesan yang abstrak dapat diubah menjadi pesan yang beton.
Misalnya, guru menyampaikan pesan tentang
teknik membaca scanning, ketika guru hanya menjelaskan maka siswa akan
kesulitan memahami teknik membaca scan.
Tetapi ketika guru menggunakan majalah, buku
atau koran sebagai media dan menunjukkan secara langsung bagaimana teknik
membaca dan memindai, kemudian siswa dengan mudah menerima pesan yang
disampaikan oleh guru.
Selain itu, landasan teori penggunaan media
dalam proses pembelajaran juga disampaikan dalam Kerucut Pengalaman (Cone of
Experience) yang diperkenalkan oleh Edgar Dale pada tahun 1946. Kerucut ini
merupakan elaborasi rinci dari konsep tiga tingkat pengalaman yang dikeluarkan
oleh Burner.
Dalam kerucut dijelaskan bahwa pengalaman
secara langsung (konkret) memberikan hasil belajar yang setinggi-tingginya.
Lanjut dengan peniruan, dramatisasi,
karyawisata, televisi, pameran gambar langsung, gambar diam, simbol visual dan
simbol kata (abstrak) yang memberikan porsi paling sedikit.
Meski begitu urutan ini tidak berarti proses
pembelajaran dan interaksi belajar-mengajar harus selalu menjadi pengalaman
langsung, tetapi dimulai dengan pengalaman yang paling sesuai dengan kebutuhan
Anda.
Manfaat Media Pembelajaran
Disampaikan oleh Daryanto (2013:5) bahwa
proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, penyampaian
pesan dari siswa kepada penerima. Dalam proses pembelajaran ada pesan yang
ingin kamu sampaikan dan disampaikan.
Pesan tersebut dapat berupa informasi yang
mudah diserap oleh penerima, tetapi juga dapat berupa informasi yang abstrak
atau sulit untuk dipahami. Saat pesan yang disampaikan tidak dapat diterima
oleh penerima, media menjadi solusi yang dapat menyampaikan pesan.
Media adalah sarana atau alat yang digunakan
untuk menyampaikan pesan dari pengirim kepada penerima pesan, dengan tujuan
meningkatkan pemahaman penerima pesan. Sudjana dan Rivai (2013:2) mengatakan
bahwa media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa, yaitu:
Mengajar akan menarik perhatian siswa
sehingga dapat menumbuhkan motivasi belajar.
Makna materi pelajaran akan lebih jelas
sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa siswa, dan memungkinkan siswa untuk
lebih menguasai tujuan pembelajaran.
Metode pengajaran akan lebih bervariasi,
tidak hanya narasi verbal melalui kata-kata guru. Agar siswa tidak bosan, dan
guru jangan sampai kehabisan tenaga apalagi saat guru mengajar setiap
pelajaran.
Siswa lebih banyak melakukan kegiatan
belajar, karena tidak hanya mendengarkan deskripsi guru, tetapi juga aktivitas
lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, dan lain-lain.
Media pembelajaran dapat meningkatkan proses
dan hasil pengajaran adalah tentang taraf berfikir siswa. Hal tersebut juga
sejalan dengan teori perkembangan mental Piaget, yang menambahkan bahwa
terdapat tahap perkembangan mental seorang individu. Tahap manusia berfikir
mengikuti tahap perkembangan berfikir dari kongkrit menuju abstrak.
Pemakaian media pembelajaran dalam proses
belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru,
membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan dan bahkan pengaruh-pengaruh
psikologis terhadap siswa.
Fungsi kognitif dapat memperoleh
temuan-temuan informasi dari media tersebut.
Fungsi kompensatoris memberikan konteks untuk
membantu siswa memahami bahan.
Memilih Media Pembelajaran
Karena perannya yang penting dalam membantu
meningkatkan pemahaman siswa terhadap suatu materi belajar, oleh karenanya
penting pula untuk selektif dalam memilih media pembelajaran yang tepat.
Dalam memilih media pembelajaran yang tepat
bagi siswa, ada beberapa kriteria yang perlu diperhatikan. Adapun beberapa
kriteria tersebut seperti poin-poin berikut ini.
Sesuai dengan materi pembelajaran.
Praktis, luwes, dan bertahan.
·
Sesuai
dengan tujuan yang ingin dicapai.
·
Karakteristik
siswa.
·
Kemampuan
dan keterampilan guru dalam menggunakan.
·
Fasilitas
pendukung.
·
Biaya.
Apa Manfaat Memilih Media Pembelajaran?
Media adalah perantara atau penghubung. Media
pembelajaran memberikan manfaat dalam pembelajaran di kelas, diantaranya
meningkatkan perhatian siswa, motivasi siswa, meningkatkan efektifitas
pembelajaran dan penyesuaian dengan tingkat perkembangan siswa.
Selanjutnya pada tingkat yang menyeluruh dan
umum media dapat dilakukan dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:
Hambatan pengembangan dan pembelajaran yang
meliputi faktor-faktor dana, fasilitas dan peralatan yang tersedia, waktu yang
tersedia (waktu mengajar dan pembangunan materi dan media), sumber-sumber yang
tersedia (manusia dan materi).
Persyaratan isi, tugas, dan jenis
pembelajaran.
Hambatan dari sisi siswa dengan
mempertimbangkan kemampuan dan keterampilan awal, seperti membaca, mengetik,
dan menggunakan komputer, dan karakteristik siswa lainnya.
Pertimbangan lainnya adalah kesenangan
(preferensi) lembaga, guru dan pelajar dan keefektifan biaya.
Lebih lanjut untuk menjelaskan tentang
Kriteria dalam pemilihan media, menambahkan beberapa Kriteria pemilihan media
yaitu:
Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai,
Tepat untuk mendukung isi pelajaran yang
sifatnya fakta, konsep, prinsip, atau generalisasi,
Praktis, luwes dan bertahan,
Guru terampil menggunakannya,
Pengelompokan sasaran,
Mutu teknis.
Prinsip-Prinsip Pengembangan Media?
Selain itu media pembelajaran yang baik harus
memperhatikan prinsip-prinsip pengembangan media yang sesuai dengan teori-teori
belajar. Prinsip-prinsip psikologis yang perlu mendapat pertimbangan dalam
pemilihan dan penggunaan media adalah:
Memotivasi siswa dalam belajar,
Memahami perbedaan individu,
Sesuai dengan tujuan pelajaran,
Isi yang terorganisasi,
Ketersediaan siswa dalam belajar,
Menumbuhkan emosi siswa,
Menumbuhkan partisipasi siswa,
Memberikan Umpan balik, 9) Penguatan,
Latihan dan Latihan,
Penerapan.
Sedangkan media khusus pembelajaran berbasis
visual, perlu memperhatikan beberapa aspek. Dalam proses penaatan itu harus
memperhatikan prinsip-prinsip desain tertentu, antara lain prinsip
kesederhanaan, keterpaduan, penekanan, dan penekanan.
Unsur-unsur visual yang selanjutnya perlu
dipertimbangkan adalah bentuk, garis, ruang, tekstur, dan warna. Pendapat ahli
diatas dalam proses pengembangan media berbasis visual, perlu diperhatikan
prinsip-prinsip penataan gambarnya, yaitu pengembangannya.
Prinsip pengembangan media visual yang
pertama adalah jumlah kesederhanaan, prinsip-prinsip kesederhanaan mengacu pada
jumlah elemen-elemen yang terdapat pada gambar visual. Semakin sedikit atau
sederhana akan lebih mudah dijangkau oleh siswa.
Prinsip selanjutnya adalah keterpaduan,
prinsip keterpaduan mengacu pada hubungan antar aspek dalam gambar visual,
apakah elemen-elemen dalam gambar saling terkait. Prinsip selanjutnya adalah
penekanan, diperlukan penekanan dalam gambar, untuk menonjolkan salah satu elemen
dibandingkan elemen lainnya.
Prinsip selanjutnya adalah keseimbangan,
artinya gambar visual harus menempati ruang yang memberikan keseimbangan,
meskipun tidak sepenuhnya simetris. Prinsip selanjutnya adalah pemilihan
bentuk, pemilihan bentuk berkaitan dengan elemen gambar apa yang terdapat dalam
media visual, bentuk yang menarik dapat menggugah minat dari anak.
Prinsip selanjutnya adalah garis, digunakan
untuk menghubungkan unsur-unsur sehingga dapat memperjelas gambar visualisasi
media tersebut. Prinsip selanjutnya adalah tekstur, tekstur dalam media visual
diartikan sebagai visualisasi media yang menunjukan suatu bentuk yang kasar
atau halus.
Prinsip terakhir adalah warna yang digunakan
untuk memberikan kesan, penekanan, keterpaduan. Penggunaan warna harus
diperhatikan sehingga mampu menambah daya tarik dari visualisasi media
tersebut.
Dari pembahasan di atas, kita bisa mengetahui
betapa pentingnya kehadiran media pembelajaran dalam membantu mempermudah
penyampaian materi belajar kepada siswa. Sayangnya masih banyak pihak sekolah
yang belum menggunakan media pembelajaran dalam kegiatan belajar mengajar
mereka.
Jadi seperti itu ya guys penjelasan dari
pengertian Media pembelajaran. Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan kita
bersama dan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita, aamiin yarabbal alamin.
Sekian blog saya minggu ini, akan kita lanjutkan diminggu depan dengan materi
yang berdeda pastinya, sekian dari saya kalo ada kesalahan kata dan penulisan
mohon dimaafkan, terima kasih telah membaca.... Wassalamualaikum Warahmatullahi
Wabarokatu.