Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi
Wabarokatu, Hay guys jumpa lagi ni di tugas mingguan keenam, sebelumnya
diminggu lalu saya sudah menulis tentang karakterisitk peserta didk, dan
sekarang saya akan membahas tentang kurikulum, yuk langsung saja ke
pembahasannya...
Dalam dunia Pendidikan, kurikulum menjadi hal yang sangat penting.
Tanpa adanya Kurikulum yang tepat, para peserta didik tak akan memperoleh
target pembelajaran yang sesuai. Seiring berkembangnya zaman Kurikulum dalam
dunia pendidikan pun terus mengalami perubahan. Semuanya disesuaikan dengan
kebutuhan peserta didik di eranya masing-masing.
Dengan penyesuaian tersebut, diharapkan setiap peserta didik dapat
menyesuaikan diri dengan baik di masyarakat kelak. Bagi Anda yang bergelut di
dunia pendidikan, tentu harus memahami apa itu Kurikulum dan seluk beluknya.
Berikut akan dijelaskan pengertian Kurikulum dan hal-hal penting lain yang
perlu Anda ketahui
Kurikulum berisi sekumpulan rencana, tujuan, dan materi
pembelajaran. Termasuk cara mengajar yang akan menjadi pedoman bagi setiap
pengajar supaya bisa mencapai target dan tujuan pembelajaran dengan baik. Jika
dilihat secara etimologis, Kurikulum berasal dari bahasa Yunani, yaitu “curir”
yang berarti pelari, serta “curere” yang berarti tempat berpacu. Dulu, istilah
ini dipakai dalam dunia olahraga.
Jadi, Kurikulum dapat diartikan sebagai sebuah jarak yang mesti
ditempuh seorang pelari supaya mendapat medali atau penghargaan lainnya.
Kemudian, istilah Kurikulum tersebut diadaptasi dalam dunia pendidikan. Jadi
pengertian Kurikulum dalam dunia pendidikan kemudian menjadi sekumpulan mata
pelajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh peserta didik supaya
mendapatkan ijazah atau penghargaan.
Adapun pengertian Kurikulum ini juga disampaikan dalam UU dan oleh
para ahli pendidikan, berikut pengertian menurut mereka:
1. Menurut Prof. Dr. S. Nasution
Prof. Dr. S. Nasution dalam bukunya yang berjudul Kurikulum dan
Pengajaran menyatakan, kurikulum adalah serangkaian penyusunan rencana untuk
melancarkan proses belajar mengajar. Adapun rencana yang disusun tersebut
berada di bawah tanggung jawab lembaga pendidikan dan parah pengajar di sana.
2. Dr. Nana Sudjana
Dalam buku yang berjudul Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di
Sekolah karya Dr. Nana Sudjana disebutkan, pengertian kurikulum adalah kumpulan
niat dan harapan yang tertuang dalam bentuk program pendidikan yang kemudian
dilaksanakan dan diterapkan oleh guru di sekolah bersangkutan.
3. Harold B. Alberty
Harold menyatakan bahwa kurikulum merupakan semua kegiatan yang
diberikan kepada peserta didik atas tanggung jawab sekolah. Kurikulum ini tak
hanya terbatas pada segala hal di dalam kelas saja, melainkan juga semua
kegiatan di luar sekolah.
4. Saylor, Alexander, dan Lewis
Menurut ketiga tokoh tersebut, kurikulum merupakan semua upaya yang
diadakan dan dilakukan oleh pihak sekolah untuk menstimulus peserta didik
belajar, baik belajar di dalam kelas, di halaman sekolah, maupun ketika berada
di luar sekolah..
Sementara itu, dalam UU tentang Sistem Pendidikan Nasional No 20
tahun 2003 pasal 1 butir 19 disebutkan, kurikulum merupakan seperangkat
pengaturan dan rencana mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara
yang digunakan sebagai pedoman kegiatan pembelajaran guna mencapai tujuan
pendidikan.
Kurikulum menjadi sangat penting untuk dimiliki setiap sekolah
sebagai pedoman bagi para guru. Terutama bagi sekolah-sekolah formal, di mana
kurikulum akan menjadi pedoman dan memberikan arah dalam mengajar. Sesuai
dengan pengertian kurikulum, yaitu sesuatu yang terencana, maka dalam dunia
pendidikan segala kegiatan siswa dapat diatur dengan sedemikian rupa. Sehingga
tujuan adanya pendidikan dapat tercapai.
Bahkan, bisa dikatakan jika tidak ada kurikulum, maka pembelajaran
di sekolah tidak bisa berjalan dengan baik. Sebab segala sesuatu telah tertuang
dalam sebuah kurikulum. Tentunya dengan berbagai variasi dan adaptasi. Maka tak
heran pula jika seorang pakar bernama Beauchamp (1998) menyatakan bahwa
kurikulum merupakan jantung dari pendidikan.
Seperti yang telah disebutkan dalam pengertian kurikulum, di mana
segala hal tentang pembelajaran peserta didik di sekolah akan dituangkan di
dalamnya. Maka kurikulum memiliki fungsi yang penting. Sementara itu, fungsi
dapat diartikan secara variatif sesuai dengan bidang yang memakai istilah.
1. Fungsi Untuk Penyelenggara
Fungsi dalam konteks kurikulum sebagai salah satu bagian dari
sistem penyelenggara pendidikan demi mewujudkan tujuan pendidikan adalah
sebagai berikut:
a. Fungsi Integrasi
Fungsi ini diartikan bahwa kurikulum dapat menjadi alat yang akan
membentuk pribadi-pribadi peserta didik yang utuh dan berintegritas di masyarakat
melalui dunia pendidikan.
b. Fungsi Persiapan
Fungsi ini diartikan bahwa kurikulum mampu memberikan modal atau
persiapan bagi peserta didik untuk mempersiapkan diri memasuki jenjang
berikutnya, termasuk siap untuk hidup di masyarakat ketika tidak ingin
melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
c. Fungsi Penyesuaian
Ketiga adalah fungsi penyesuaian, di mana kurikulum dapat melakukan
adaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan masyarakat dan
cenderung dinamis.
d. Fungsi diferensiasi
Keempat ada fungsi kurikulum sebagai diferensiasi, artinya
kurikulum menjadi alat pendidikan yang memperhatikan setiap pelayanan kepada
peserta didiknya. Sebab setiap peserta didik memiliki perbedaan satu sama lain.
e. Fungsi Diagnostik
Kelima adalah fungsi diagnostik, yaitu menyatakan bahwa kurikulum
berfungsi untuk memahami dan mengarahkan potensi yang dimiliki oleh setiap
peserta didik supaya dapat terus menggali dan mengasah potensi tersebut,
termasuk memperbaiki kelemahan yang dimiliki.
f. Fungsi Pemilihan
Terakhir ada fungsi pemilihan, yaitu menyatakan bahwa kurikulum
memberikan fasilitas kepada peserta didik dengan cara memberikan kesempatan
kepada mereka dalam memilih program pembelajaran sesuai minat dan bakat
masing-masing anak.
Selain fungsi-fungsi di atas, kurikulum juga dapat dilihat dari
fungsinya untuk setiap pihak yang terlibat dan terkait.
2. Fungsi Bagi Pihak Terlibat/Terkait
a. Bagi Kepala Sekolah
Kurikulum mempunyai fungsi bagi kepala sekolah sebagai manajer dan
pimpinan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Kepala sekolah mempunyai
tugas untuk melakukan pengelolaan pendidikan di tempatnya masing-masing, yaitu
dengan cara melakukan koordinasi dan supervisi terhadap setiap pembelajaran.
Apakah kurikulum diterapkan sesuai ketentuan atau tidak.
b. Bagi Guru Mata Pelajaran
Bagi setiap guru mapel, kurikulum memiliki fungsi sebagai pedoman
dalam melaksanakan pembelajaran di dalam maupun di luar kelas. Sebab setiap
pembelajaran tersebut menjadi tugas dan tanggung jawab setiap guru mata
pelajaran.
c. Bagi Peserta Didik
Kemudian yang ketiga, bagi peserta didik, yang menjadi target dari
adanya kurikulum. Dalam proses pendidikan, peserta didik adalah pusat perhatian
dari setiap pembelajaran. Maka dari itu, kurikulum berfungsi untuk menjadi
acuan bagi para siswa mengenai apa saja program-program pendidikan yang harus
dipelajari dan dipahami, serta apa saja
target pembelajaran yang harus mereka capai di setiap jenjangnya.
d. Bagi orang tua atau masyarakat
Meski tidak terlibat dalam pembelajaran secara langsung, namun
orang tua mempunyai peran penting bagi keberhasilan peserta didik. Dalam hal
ini mereka akan menerima hasil dari proses pembelajaran yang telah dilakukan di
sekolah. Jadi capaian siswa terhadap setiap
pembelajaran yang akan dilaporkan kepada orang tua juga tak lepas dari adanya
kurikulum.
Jadi seperti itu ya guys penjelasan dari pengertian dan fungsi
kurikulum. Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan kita bersama dan menjadi
ilmu yang bermanfaat untuk kita, aamiin yarabbal alamin. Sekian blog saya
minggu ini, akan kita lanjutkan diminggu depan dengan materi yang berdeda
pastinya, sekian dari saya kalo ada kesalahan kata dan penulisan mohon
dimaafkan, terima kasih telah membaca.... Wassalamualaikum Warahmatullahi
Wabarokatu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar