Kamis, 26 Mei 2022

TUGAS MINGGUAN : STRATEGI PEMBELAJARAN

 

     Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatu, Hay guys jumpa lagi ni di tugas mingguan kedelapan, sebelumnya diminggu lalu saya sudah menulis tentang perangkat pembelajaran, dan sekarang saya akan membahas tentang  strategi pembelajaran, yuk langsung saja ke pembahasannya...

Strategi pembelajaran ini sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan, sehingga sistem belajar mengajar di kelas tidak menjadi monoton atau membosankan serta dapat membantu siswa dalam mengembangkan pola berpikirnya.

Apa itu strategi pembelajaran?

Secara umum pengertian atau definisi strategi pembelajaran adalah suatu usaha menggunakan strategi yang sistematis yang dilakukan secara efektif untuk mendapatkan suatu prestasi dan juga keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran.

Khususnya dalam dunia pendidikan, strategi ini dapat diartikan sebagai suatu rancangan sekaligus metode dalam mencapai tujuannya. Strategi pembelajaran adalah suatu rencana, yang didalamnya terdapat rangkaian kegiatan yang dirancang secara khusus. Untuk lebih jelasnya, berikut definisi segmentasi pasar menurut para ahli.

1. Hilda Taba

Strategi pembelajaran adalah urutan atau pola perilaku guru untuk dapat mengakomodasi semua variabel pembelajaran secara sadar dan sistematis.

2. Suparman

Strategi pembelajaran merupakan gabungan dari beberapa rangkaian kegiatan, cara mengorganisasikan materi pelajaran siswa, bahan, peralatan dan waktu yang digunakan untuk proses pembelajaran dalam mencapai tujuan kegiatan pembelajaran yang telah ditentukan.

 Jenis-jenis strategi pembelajaran

Dalam pelaksanaan pendidikan tentunya banyak contoh strategi pembelajaran yang dapat digunakan. Misalnya, jika strategi pembelajaran memiliki sisi positif dan negatif, perlu diketahui apa sisi negatif dan positifnya. agar lebih mudah dikendalikan. Berikut penjelasannya:

1. Metode ceramah

Jenis strategi pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah yaitu penuturan materi dalam bahan ajar secara lisan yang dilakukan oleh guru. Terdapat kelebihan dan kekurangan dalam melaksanakan metode pembelajaran yang satu ini. Yakni:

Kelebihan:

  • Ini adalah metode yang mudah dan murah.
  • Dapat menyajikan materi pelajaran secara luas dan lebih detail.
  • Guru dapat mengontrol keadaan kelas dengan lebih mudah.

Kekurangan:

  • Materi yang diserap siswa hanyalah apa yang diajarkan guru di dalam kelas.
  • Tidak ada peragaan khusus dari setiap materi yang disajikan.
  • Siswa juga sering merasa bosan jika guru tidak memiliki kemampuan berbahasa yang baik.
  • Lebih sulit untuk mendeteksi tingkat pemahaman siswa.

2. Metode demonstrasi

Metode demonstrasi merupakan jenis pembelajaran yang menyajikan materi pelajaran kepada siswa yang digabungkan dengan penjelasan. Tujuannya agar siswa dapat lebih mudah memahami materi pembelajaran yang dijelaskan.

Kelebihan:

  • Siswa tidak akan ketinggalan pemahaman karena penjelasan disertai dengan latihan.
  • Proses pembelajaran juga akan lebih menarik karena siswa tidak hanya mendengarkan.
  • Dengan proses mengamati, siswa dapat mengembangkan pola berpikirnya dalam menghubungkan antara teori dan praktik.

Kekurangan:

  • Memerlukan persiapan yang lebih matang dari segi bahan, peralatan dan juga bahan dan tempat karena jika tidak, justru akan berdampak pada tidak efektifnya proses pembelajaran. Hal tersebut hanya dapat dilakukan oleh guru yang memiliki kemampuan dan keterampilan khusus.

3. Strategi pembelajaran metode diskusi

Jenis strategi pembelajaran lainnya yaitu dengan menggunakan metode diskusi yaitu dengan menghadapkan siswa pada suatu masalah untuk menemukan solusi yang tepat.

Kelebihan:

  • Dapat merangsang siswa untuk berpikir lebih kreatif.
  • Dapat melatih siswa dalam mengungkapkan pendapatnya.
  • Dapat melatih siswa untuk saling menghargai sudut pandang.

Kekurangan:

  • Kegiatan diskusi seringkali hanya dikuasai oleh orang-orang tertentu.
  • Dapat mengaburkan kesimpulan dalam suatu pelajaran, karena topiknya bisa lebih luas.
  • Seringkali ada perbedaan pendapat yang berujung pada emosi.
  • Perlu waktu lama untuk mempelajari suatu mata pelajaran tertentu.

4. Metode simulasi

Sedangkan metode simulasi dalam strategi pembelajaran yaitu dengan menghadirkan situasi tiruan agar setiap siswa dapat lebih mudah memahami konsep dan juga materi yang disampaikan.

Kelebihan:

  • Dapat menjadi bekal bagi siswa dalam menghadapi suatu keadaan yang sebenarnya.
  • Dapat mengembangkan sisi kreatif seorang siswa saat melakukan proses pembelajaran.
  • Dapat menumbuhkan keberanian dan kepercayaan diri.
  • Dapat meningkatkan semangat belajar siswa.

Kekurangan:

  • Ada beberapa faktor psikologis siswa, misalnya rasa malu ketika sedang melakukan simulasi tersebut.

Tips menjalankan strategi pembelajaran yang benar

Setelah mengetahui jenis serta kelebihan dan kekurangannya, maka berikutnya yaitu memahami tips agar dapat menjalankan strategi pembelajaran dengan baik dan benar. Apa saja? Berikut di antaranya:

1. Mendorong komunikasi kelompok

Tanyakan kepada siswa apa yang ingin mereka capai melalui belajar dan seperti cara apa yang akan dilakukan untuk menyelesaikannya. Pendidik atau guru dapat meminta para siswa untuk dapat terbuka dan jujur mengenai tantangan yang mereka hadapi. Dengan demikian, para guru dapat memberikan solusi terbaik demi terwujudnya aktivitas belajar mengajar yang nyaman.

2. Cari tahu teknik belajar yang tepat

Guru diharuskan untuk mengetahui apa yang dilakukan oleh para siswa untuk memaksimalkan manfaat waktu belajar. Setelah mendapatkan informasi tersebut, kamu dapat membujuk mereka untuk menuju pengembangan pendekatan baru. Beberapa pendekatan meliputi:

Permainan belajar yaitu dengan menisi beberapa kegiatan dengan permainan belajar sehingga mengurangi suasana pembelajaran.

Sering-seringlah beristirahat yaitu berpikir suatu aktifitas yang menggunakan usaha sehingga juga akan mengurangi tenaga. Ingatkan siswa yang belajar untuk berdiri, meregangkan badan, minum air, berbagi tawa dengan teman-teman mereka, dan kemudian ke proses kegiatan belajar.

3. Menciptakan suasana yang bebas gangguan

Susana yang nyaman dalam arti mencakup banyak hal, mulai dari kebersihan dasar hingga menjalankan kegiatan belajar mengajar dalam suasana yang nyaman dan bebas gangguan. Meski begitu, setiap siswa tentu memiliki pendekatan dan preferensi yang berbeda-beda, di sini pendidik dapat menciptakan suasana tersebut berdasarkan suara terbanyak.

4. Fokus pada eksplorasi dan pemecahan masalah

Kebanyakan manusia menyukai tantangan, terutama hal-hal baru yang memberikan manfaat bagi kehidupan. Strategi pembelajaran yang cerdas dapat mencakup memanfaatkan website pencarian dan melakukan kegiatan berbasis penyelesaian masalah dalam waktu belajar siswa.

5. Pemicu motivasi belajar

Memiliki tujuan dan gagasan yang jelas menjadi landasan besar untuk mencapai keberhasilan. Para guru juga dapat memberikan apresiasi kepada siswa yang berhasil menyelesaikan tugas dengan baik. Dengan begitu, akan memberikan motivasi kepada para siswa untuk belajar lebih giat lagi.

6. Berbagi pendapat

Ibaratkan pelajar memiliki kemampuan untuk berpikir kritis tentang apa yang diajarkan dengan meminta mereka untuk menjelaskannya dengan kata-katanya sendiri. Memiliki minat pada apa yang ingin diketahui dan bagaimana mereka memahami suatu masalah atau tantangan merupakan hal yang sangat berharga dan suatu bentuk apresiasi.

Macam-macam strategi pembelajaran

Agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan lebih optimal, pendidik atau guru juga dapat menerapkan berbagai macam strategi pembelajaran, seperti:

1. Strategi inkuiri atau SPI

Strategi inkuiri atau SPI atau strategi bertanya meliputi sejumlah kegiatan pembelajaran yang menitikberatkan pada proses berpikir analitis dan kritis dalam mencari dan menjawab pertanyaan. Sedangkan tanya jawab sering diajukan antara siswa dan guru untuk proses berpikir ini.

2. Strategi ekspositoris atau SPE

Sistem pembelajaran ekspositori merupakan strategi pembelajaran yang menekankan pada proses pemberian pengetahuan atau materi yang diberikan secara lisan oleh guru kepada siswa yang ingin membantu siswa menguasai materi secara efektif.

3. Strategi berdasarkan strategi atau SPBM

Pembelajaran SPBM merupakan strategi pembelajaran yang memadukan beberapa kegiatan pembelajaran yang menonjolkan proses pemecahan masalah ilmiah. SPBM didasarkan pada psikologi kognitif, yang dapat dibebaskan dari asumsi bahwa belajar adalah proses mengubah perilaku melalui pengalaman.

4. Strategi koperasi atau DSS

Metode pembelajaran jenis ini termasuk dalam rangkaian kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok tertentu untuk mencapai rumusan tujuan pembelajaran. Strategi sistem pembelajaran kooperatif menggunakan kelompok kecil atau tim yang terdiri dari empat sampai enam orang yang memiliki latar belakang akademis ras, kuat, atau gender.

5. Meningkatkan keterampilan berpikir atau SPPKB

Jenis strategi ini diterapkan dalam menonjolkan kemampuan berpikir siswa. Materi yang disajikan dapat berupa membimbing siswa melalui proses menemukan konsep sendiri yang harus dikuasai dengan terus menghadapi proses dialog dan menggunakan pengalaman siswa.

Agar strategi pembelajaran yang diterapkan oleh para guru dapat berjalan maksimal, pentingnya pihak lembaga pendidikan meningkatkan sarana dan prasarana yang ada di sekolah seperti mengembangkan perpustakaan, renovasi kelas hingga memberikan pelatihan kepada pendidik.

Meski demikian, dalam prakteknya memang tidak semudah kelihatannya karena sekolah harus dihadapkan dengan berbagai kendala, salah satunya adalah dana.

      Jadi seperti itu ya guys penjelasan dari pengertian strategi pembelajaran. Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan kita bersama dan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita, aamiin yarabbal alamin. Sekian blog saya minggu ini, akan kita lanjutkan diminggu depan dengan materi yang berdeda pastinya, sekian dari saya kalo ada kesalahan kata dan penulisan mohon dimaafkan, terima kasih telah membaca.... Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatu.

Rabu, 18 Mei 2022

TUGAS MINGGUAN : PERANGKAT PEMBELAJARAN

 

    Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatu, Hay guys jumpa lagi ni di tugas mingguan ketujuh, sebelumnya diminggu lalu saya sudah menulis tentang kurikulum, dan sekarang saya akan membahas tentang  perangkat pembelajaran, yuk langsung saja ke pembahasannya...

Di dalam proses pendidikan, lembaga sekolah pastikan akan melakukan suatu rancangan-rancangan pembelajaran. Rancangan ini disebut sebagai Perangkat Pembelajaran. Perencanaan ialah kegiatan penyusunan suatu langkah-langkah yang akan dilakukan dalam pencapaian suatu tujuan yang sebelumnya telah ditentukan.

Penyusunan perencanaan ini didasarkan pada kebutuhan peserta didik dalam jangka waktu tertentu.

Pengertian Perangkat Pembelajaran

Perangkat ialah beberapa alat, media, bahan, atau petunjuk yang difungsikan dalam kegiatan pembelajaran agar tercapai tujuan tertentu sesuai yang diinginkan.

Pembelajaran ialah kegiatan bekerja sama antara pendidik dengan peserta didik dengan menggunakan potensi yang berasal dari dalam diri peserta didik.

Potensi peserta didik tersebut dapat berupa minat, bakat, dan  kemampuan dasar yang mencakup gaya belajar .

Ada juga potensi yang berasal dari luar diri peserta didik seperti lingkungan, sarana, dan sumber belajar. Hal ini dimaksudkan agar dapat mencapai suatu tujuan belajar tertentu.

Jadi dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran ialah rangkaian suatu media ataupun sarana yang nantinya akan difungsikan serta disiapkan oleh pendidik dan peserta didik dalam kegiatan belajar di kelas.

Sedangkan pengembangan perangkat pembelajaran merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan dan menciptakan suatu perangkat pembelajaran.

Perangkat pembelajaran yang dihasilkan ini di dasarkan pada teori pengembangan yang sebelumnya telah ada.

Urutan Perangkat Pembelajaran

No          Urutan Perangkat Pembelajaran

1              Silabus

2              RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)

3              Kalender Akademik

4              Program Tahunan

5              Program Semester

6              Rincian Pekan Efektif (RPE)

7              Buku Absen

8              Buku Jurnal

9              Buku Penilaian

10           Bundel Portofolio

11           Bank Soal

12           Media

Adapun urutan atau jenis-jenis perangkat pembelajaran antara lain sebagai berikut :

1. Silabus

Silabus merupakan sebuah perancangan pada satu atau lebih mata pelajaran ataupun suatu tema tertentu.

Silabus ini meliputi standar kompetensi, kompetensi dasar (KD), pokok pembelajaran atau materi pokok, indikator pembelajaran, penilaian pembelajaran, alokasi waktu, serta bahan atau alat dalam proses belajar.

Silabus juga biasa dikatakan sebagai penjabaran dari standar kompetensi dan kompetensi dasar (KD) kedalam suatu pokok pembelajaran dengan pencapaian kompetensi yang digunakan sebagai penilaian.

Silabus adalah pengaturan atau rencana-rencana dalam kegiatan pembelajaran serta penyusunan nilai secara sistematis dengan mencakup beberapa komponen-komponen yang saling berhubungan.

Komponen ini digunakan untuk mencapai suatu tujuan seperti pencapaian penguasaan dari kompetensi dasar (KD)

Silabus juga memiliki arti sebuah rancangan belajar yang didalamnya memuat beberapa rencana dari suatu materi ajar menurut jenjang ataupun kelas tertentu.

Selain itu juga memuat tentang hasil dari sebuah seleksi, pengurutan, pengelompokan, dan penyajian suatu kurikulum belajar yang sebelumnya telah dipertimbangkan terkait ciri dan kebutuhan nya.

Silabus difungsikan untuk menyebutkan suatu bahan yang digunakan untuk pengembangan kurikulum seperti penjelasan lebih dalam terkait standar kompetensi dan KD yang ingin dicapai.

A. Unsur-Unsur yang Ada Dalam Silabus:

Tujuan dari suatu mata pelajaran yang nantinya akan diajarkan pada peserta didik.

Memuat beberapa sasaran mata pelajaran yang akan dicapai.

Memerlukan suatu keterampilan yang akan digunakan untuk menguasai suatu mata pelajaran dengan baik.

Urutan topik-topik yang akan diajarkan pada peserta didik.

Adanya kegiatan dan berbagai sumber pendukung pembelajaran untuk meraih keberhasilan dalam proses pembelajaran.

Beberapa teknik-teknik atau strategi evaluasi yang akan digunakan.

B. Langkah-langkah yang Ada Dalam Silabus:

Menentukan sistematika dan menentukan format pada silabus.

Menentukan kemasan dalam silabus.

Menentukan kompetensi dasar (KD)

Menentukan topik materi pembelajaran beserta uraiannya terkait materi ajar tersebut.

Menentukan pengalaman belajar dari peserta didik.

Menentukan alokasi waktu dalam proses belajar.

Menentukan sumber acuan materi ajar.

Mengembangkan SP (satuan pendidikan)

C. Prinsip-Prinsip yang Mendasari Silabus:

#1. Ilmiah

Ilmiah mempunyai arti bahwa seluruh materi dan kegiatan yang telah dijadikan Sebagai muatan dalam suatu silabus harus dapat dibuktikan secara ilmiah.

#2. Relevan

Relavan memiliki maksud yaitu tingkat kesukaran, cakupan, kedalaman dan urutan dalam menyajikan suatu materi dengan menyesuaikan beberapa hal, seperti perkembangan intelektual, perkembangan fisik, perkembangan sosial, perkembangan emosional serta spritual dari peserta didik.

#3. Sistematis

Sistematis ialah beberapa komponen Silabus yang masih sangat berkaitan secara fungsional dalam pencapaian suatu kompetensi.

#4. Konsisten

Konsisten merupakan adanya suatu hubungan yang taat antara kompetensi dasar (KD), materi pokok, indikator, pengalaman dan sumber belajar, serta sistem penilaian dalam kegiatan pembelajaran.

#5. Memadai

Memadai berarti cakupan suatu indikator belajar, pengalaman belajar, materi pokok dan sumber belajar cukup dalam menunjang untuk tercapainya suatu kompetensi dasar (KD)

#6. Aktual

Aktual berarti cakupan suatu indikator belajar, pengalaman belajar, materi pokok dan sumber belajar dapat memperhatikan suatu perkembangan teknologi atau perkembangan suatu ilmu.

#7. Fleksibel

Fleksibel merupakan seluruh komponen yang terdapat dalam suatu  silabus akan dapat melakukan pengelompokan antara keragaman peserta didik, pendidik dan dinamika yang bisanya terjadi di madrasah.

#8. Menyeluruh

Menyeluruh dalam silabus dapat diartikan sebagai suatu komponen yang secara keseluruhan mencakup kognitif, afektif, dan psikomotor.

D. Komponen-Komponen yang Terdapat Dalam Silabus:

#1. Standar kompetensi (SK)

Standar kompetensi ini ialah sebuah kemampuan dasar yang diharuskan ada dalam diri peserta didik yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.

Dalam silabus, standar kompetensi ini difungsikan sebagai pemandu pendidik dalam kegiatan penjabaran suatu kompetensi dasar dan menjadikannya sebuah pengalaman belajar.

Sehingga diharapkan agar susunan pembelajaran tidak menyimpang dari kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik yang ini mencapai suatu tujuan pembelajaran.

#2. Kompetensi dasar (KD)

Kompetensi dasar ialah suatu kemampuan yang harus dimiliki oleh lulusan dalam suatu mata pelajaran agar dapat diperlihatkan dan dilakukan oleh peserta didik.

Pentingnya kompetensi dasar pada silabus sebab digunakan sebagai peningkatan para pendidik dengan melihat seberapa jauh tuntutan target kompetensi yang nantinya akan dicapai.

Dalam kompetensi dasar ini memuat hasil belajar yang mencakup suatu pernyataan mengenai unjuk kerja dan berharap peserta didik akan melakukan kegiatan belajar dalam KD tertentu.

#3. Indikator

Indikator adalah suatu ciri atau karakteristik, tanda-tanda, atau respon yang dilakukan oleh peserta didik.

Dalam memperlihatkan hal tersebut, peserta didik harus menunjukkan bahwa dirinya telah mempunyai kompetensi dasar tertentu. Apabila dalam sebuah  indikator yang  terdapat pada kompetensi dasar ini telah dapat dicapai oleh peserta didik, maka target suatu kompetensi dasar ini sudah bisa dikatakan terpenuhi.

#4. Materi pokok

Materi pokok adalah bagian dari keilmuan bahan kajian yang berisi tentang pengertian yang secara konseptual, isi, proses belajar, bidang ajar dan juga sebuah keterampilan.

#5. Pengalaman belajar

Pengalaman belajar ini berisi tentang susunan kegiatan belajar yang harus dijalankan oleh peserta didik dengan berurutan dan diharapkan dapat mencapai suatu kompetensi dasar.

#6. Alokasi waktu

Alokasi waktu yang dibutuhkan dalam menguasai kompetensi dasar ini perlu ditentukan.

Dalam menentukan alokasi waktu ini bergantung dengan keluasan serta kedalaman suatu kompetensi dasar serta tingkat kepentingan dan kebutuhan.

#7. Sumber, bahan, dan alat.

Sumber belajar ini meliputi buku, brosur, lembar informasi lepas, peta, foto, surat kabar, dan lain-lain.

Bahan dalam belajar ialah bahan-bahan yang nantinya akan dibutuhkan dalam kegiatan praktikum atau kegiatan belajar yang lainnya.

Alat belajar digunakan untuk membantu kemudahan dalam kegiatan belajar mengajar.

#8. Penilaian

Penilaian yang dimaksud ialah susunan kegiatan dalam memperoleh, menafsirkan dan menganalisis suatu data tentang kegiatan dan hasil dari belajar peserta didik.

Hasil belajar ini dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan agar terjadinya suatu informasi yang lebih bermakna.

Bentuk penilaian ini dapat berupa proyek, tertulis, produk ataupun portofolio.

#9. Skenario pembelajaran

Skenario pembelajaran ini ialah Langkah-langkah yang nantinya dilakukan oleh para pendidik dan peserta didik selama proses belajar mengajar sedang berlangsung.

Skenario ini mengarah pada pendekatan belajar yang telah di rencanakan dalam proses pembelajaran.

#10. Analisis hasil belajar peserta didik.

Ini merupakan suatu kegiatan dalam membandingkan hasil belajar peserta didik dengan SKBM yang telah ditentukan sebelumnya.

 

Manfaat Perangkat Pembelajaran Bagi Pendidik

No          Manfaat Perangkat Pembelajaran Bagi pendidik

1              Mempermudah

2              Perangkat Pembelajaran sebagai Pedoman

3              Peningkatan Profesionalisme

4              Sebagai Perbandingan Tolak Ukur/Evaluasi

Berikut manfaat yang terdapat dalam perangkat pembelajaran antara lain :

1. Mempermudah

Perangkat pembelajaran ini dapat mempermudah pendidik dalam kegiatan pembelajaran.

Pendidik akan lebih mudah dalam penyampaian materi, tanpa banyak mengingat dan berpikir.

2. Perangkat Pembelajaran sebagai Pedoman

Hal ini penting dilakukan sebab dalam kegiatan pembelajaran haruslah sistematis dan berpola.

Karena kebanyakan masih ada pendidik yang hilang arah ditengah-tengah kegiatan belajar yang disebabkan tidak mempunyai perangkat pembelajaran.

Maka dari itu, perangkat pembelajaran ini memberi pedoman mengenai apa yang seharusnya dikerjakan oleh pendidik dalam proses belajar dalam kelas.

3. Peningkatan Profesionalisme

Perangkat pembelajaran tidak selalu digunakan untuk kelengkapan administrasi, namun perangkat pembelajaran juga digunakan dalam meningkatkan profesionalisme pendidik.

Seorang pendidik haruslah dapat mengembangkan perangkat belajar dengan maksimal. Jika tidak, maka kemampuan yang dimiliki oleh pendidik akan menurun dan tidak akan berkembang.

4. Sebagai Perbandingan Tolak Ukur/Evaluasi

Pendidik yang profesional tentunya akan melakukan kegiatan mengevaluasi setiap hasil belajar peserta didik nya. Begitupun juga dengan perangkat pembelajaran.

Kegiatan evaluasi dapat diawali dengan pembandingan dari beberapa kegiatan yang dilakukan dalam kelas, strategi dan metode pembelajaran dengan data yang terdapat pada sebuah perangkat pembelajaran.

Kesimpulan

Perangkat pembelajaran merupakan serangkaian sarana yang disiapkan oleh pendidik bersama peserta didik dalam kegiatan pembelajaran.

Perencanaan ialah kegiatan penyusunan suatu langkah-langkah yang akan dilakukan dalam pencapaian suatu tujuan yang sebelumnya telah ditentukan.

Penyusunan perencanaan ini didasarkan pada kebutuhan peserta didik dalam jangka waktu tertentu.

Perangkat pembelajaran ialah rangkaian suatu media ataupun sarana yang nantinya akan difungsikan serta disiapkan oleh pendidik dan peserta didik dalam kegiatan belajar di kelas.

Perangkat pembelajaran ini dapat mempermudah pendidik dalam kegiatan pembelajaran.

Pendidik akan lebih mudah dalam penyampaian materi, tanpa banyak mengingat dan berpikir.

Salah satu perangkat pembelajaran yang penting ialah silabus.

Silabus ini meliputi standar kompetensi, kompetensi dasar (KD), pokok pembelajaran atau materi pokok, indikator pembelajaran, penilaian pembelajaran, alokasi waktu, serta bahan atau alat dalam proses belajar.

Silabus difungsikan untuk menyebutkan suatu bahan yang digunakan untuk pengembangan kurikulum seperti penjelasan lebih dalam terkait standar kompetensi dan KD yang ingin dicapai.

    Jadi seperti itu ya guys penjelasan dari pengertian perangkat pembelajaran. Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan kita bersama dan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita, aamiin yarabbal alamin. Sekian blog saya minggu ini, akan kita lanjutkan diminggu depan dengan materi yang berdeda pastinya, sekian dari saya kalo ada kesalahan kata dan penulisan mohon dimaafkan, terima kasih telah membaca.... Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatu.

Kamis, 12 Mei 2022

TUGAS MINGGUAN : KURIKULUM

 

    Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatu, Hay guys jumpa lagi ni di tugas mingguan keenam, sebelumnya diminggu lalu saya sudah menulis tentang karakterisitk peserta didk, dan sekarang saya akan membahas tentang kurikulum, yuk langsung saja ke pembahasannya...

    Dalam dunia Pendidikan, kurikulum menjadi hal yang sangat penting. Tanpa adanya Kurikulum yang tepat, para peserta didik tak akan memperoleh target pembelajaran yang sesuai. Seiring berkembangnya zaman Kurikulum dalam dunia pendidikan pun terus mengalami perubahan. Semuanya disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik di eranya masing-masing.

    Dengan penyesuaian tersebut, diharapkan setiap peserta didik dapat menyesuaikan diri dengan baik di masyarakat kelak. Bagi Anda yang bergelut di dunia pendidikan, tentu harus memahami apa itu Kurikulum dan seluk beluknya. Berikut akan dijelaskan pengertian Kurikulum dan hal-hal penting lain yang perlu Anda ketahui

    Kurikulum berisi sekumpulan rencana, tujuan, dan materi pembelajaran. Termasuk cara mengajar yang akan menjadi pedoman bagi setiap pengajar supaya bisa mencapai target dan tujuan pembelajaran dengan baik. Jika dilihat secara etimologis, Kurikulum berasal dari bahasa Yunani, yaitu “curir” yang berarti pelari, serta “curere” yang berarti tempat berpacu. Dulu, istilah ini dipakai dalam dunia olahraga.

    Jadi, Kurikulum dapat diartikan sebagai sebuah jarak yang mesti ditempuh seorang pelari supaya mendapat medali atau penghargaan lainnya. Kemudian, istilah Kurikulum tersebut diadaptasi dalam dunia pendidikan. Jadi pengertian Kurikulum dalam dunia pendidikan kemudian menjadi sekumpulan mata pelajaran yang harus ditempuh dan dipelajari oleh peserta didik supaya mendapatkan ijazah atau penghargaan.

    Adapun pengertian Kurikulum ini juga disampaikan dalam UU dan oleh para ahli pendidikan, berikut pengertian menurut mereka:

1. Menurut Prof. Dr. S. Nasution

Prof. Dr. S. Nasution dalam bukunya yang berjudul Kurikulum dan Pengajaran menyatakan, kurikulum adalah serangkaian penyusunan rencana untuk melancarkan proses belajar mengajar. Adapun rencana yang disusun tersebut berada di bawah tanggung jawab lembaga pendidikan dan parah pengajar di sana.

2. Dr. Nana Sudjana

Dalam buku yang berjudul Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah karya Dr. Nana Sudjana disebutkan, pengertian kurikulum adalah kumpulan niat dan harapan yang tertuang dalam bentuk program pendidikan yang kemudian dilaksanakan dan diterapkan oleh guru di sekolah bersangkutan.

3. Harold B. Alberty

Harold menyatakan bahwa kurikulum merupakan semua kegiatan yang diberikan kepada peserta didik atas tanggung jawab sekolah. Kurikulum ini tak hanya terbatas pada segala hal di dalam kelas saja, melainkan juga semua kegiatan di luar sekolah.

4. Saylor, Alexander, dan Lewis

    Menurut ketiga tokoh tersebut, kurikulum merupakan semua upaya yang diadakan dan dilakukan oleh pihak sekolah untuk menstimulus peserta didik belajar, baik belajar di dalam kelas, di halaman sekolah, maupun ketika berada di luar sekolah..

    Sementara itu, dalam UU tentang Sistem Pendidikan Nasional No 20 tahun 2003 pasal 1 butir 19 disebutkan, kurikulum merupakan seperangkat pengaturan dan rencana mengenai tujuan, isi, dan materi pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman kegiatan pembelajaran guna mencapai tujuan pendidikan.

    Kurikulum menjadi sangat penting untuk dimiliki setiap sekolah sebagai pedoman bagi para guru. Terutama bagi sekolah-sekolah formal, di mana kurikulum akan menjadi pedoman dan memberikan arah dalam mengajar. Sesuai dengan pengertian kurikulum, yaitu sesuatu yang terencana, maka dalam dunia pendidikan segala kegiatan siswa dapat diatur dengan sedemikian rupa. Sehingga tujuan adanya pendidikan dapat tercapai.

Bahkan, bisa dikatakan jika tidak ada kurikulum, maka pembelajaran di sekolah tidak bisa berjalan dengan baik. Sebab segala sesuatu telah tertuang dalam sebuah kurikulum. Tentunya dengan berbagai variasi dan adaptasi. Maka tak heran pula jika seorang pakar bernama Beauchamp (1998) menyatakan bahwa kurikulum merupakan jantung dari pendidikan.

Seperti yang telah disebutkan dalam pengertian kurikulum, di mana segala hal tentang pembelajaran peserta didik di sekolah akan dituangkan di dalamnya. Maka kurikulum memiliki fungsi yang penting. Sementara itu, fungsi dapat diartikan secara variatif sesuai dengan bidang yang memakai istilah.

1. Fungsi Untuk Penyelenggara

Fungsi dalam konteks kurikulum sebagai salah satu bagian dari sistem penyelenggara pendidikan demi mewujudkan tujuan pendidikan adalah sebagai berikut:

a. Fungsi Integrasi

Fungsi ini diartikan bahwa kurikulum dapat menjadi alat yang akan membentuk pribadi-pribadi peserta didik yang utuh dan berintegritas di masyarakat melalui dunia pendidikan.

b. Fungsi Persiapan

Fungsi ini diartikan bahwa kurikulum mampu memberikan modal atau persiapan bagi peserta didik untuk mempersiapkan diri memasuki jenjang berikutnya, termasuk siap untuk hidup di masyarakat ketika tidak ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

c. Fungsi Penyesuaian

Ketiga adalah fungsi penyesuaian, di mana kurikulum dapat melakukan adaptasi terhadap berbagai perubahan yang terjadi di lingkungan masyarakat dan cenderung dinamis.

d. Fungsi diferensiasi

Keempat ada fungsi kurikulum sebagai diferensiasi, artinya kurikulum menjadi alat pendidikan yang memperhatikan setiap pelayanan kepada peserta didiknya. Sebab setiap peserta didik memiliki perbedaan satu sama lain.

e. Fungsi Diagnostik

Kelima adalah fungsi diagnostik, yaitu menyatakan bahwa kurikulum berfungsi untuk memahami dan mengarahkan potensi yang dimiliki oleh setiap peserta didik supaya dapat terus menggali dan mengasah potensi tersebut, termasuk memperbaiki kelemahan yang dimiliki.

f. Fungsi Pemilihan

Terakhir ada fungsi pemilihan, yaitu menyatakan bahwa kurikulum memberikan fasilitas kepada peserta didik dengan cara memberikan kesempatan kepada mereka dalam memilih program pembelajaran sesuai minat dan bakat masing-masing anak.

Selain fungsi-fungsi di atas, kurikulum juga dapat dilihat dari fungsinya untuk setiap pihak yang terlibat dan terkait.

2. Fungsi Bagi Pihak Terlibat/Terkait

a. Bagi Kepala Sekolah

Kurikulum mempunyai fungsi bagi kepala sekolah sebagai manajer dan pimpinan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Kepala sekolah mempunyai tugas untuk melakukan pengelolaan pendidikan di tempatnya masing-masing, yaitu dengan cara melakukan koordinasi dan supervisi terhadap setiap pembelajaran. Apakah kurikulum diterapkan sesuai ketentuan atau tidak.

b. Bagi Guru Mata Pelajaran

Bagi setiap guru mapel, kurikulum memiliki fungsi sebagai pedoman dalam melaksanakan pembelajaran di dalam maupun di luar kelas. Sebab setiap pembelajaran tersebut menjadi tugas dan tanggung jawab setiap guru mata pelajaran.

c. Bagi Peserta Didik

Kemudian yang ketiga, bagi peserta didik, yang menjadi target dari adanya kurikulum. Dalam proses pendidikan, peserta didik adalah pusat perhatian dari setiap pembelajaran. Maka dari itu, kurikulum berfungsi untuk menjadi acuan bagi para siswa mengenai apa saja program-program pendidikan yang harus dipelajari dan dipahami,  serta apa saja target pembelajaran yang harus mereka capai di setiap jenjangnya.

d. Bagi orang tua atau masyarakat

Meski tidak terlibat dalam pembelajaran secara langsung, namun orang tua mempunyai peran penting bagi keberhasilan peserta didik. Dalam hal ini mereka akan menerima hasil dari proses pembelajaran yang telah dilakukan di sekolah. Jadi capaian siswa terhadap setiap  pembelajaran yang akan dilaporkan kepada orang tua juga tak lepas dari adanya kurikulum.

    Jadi seperti itu ya guys penjelasan dari pengertian dan fungsi kurikulum. Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan kita bersama dan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita, aamiin yarabbal alamin. Sekian blog saya minggu ini, akan kita lanjutkan diminggu depan dengan materi yang berdeda pastinya, sekian dari saya kalo ada kesalahan kata dan penulisan mohon dimaafkan, terima kasih telah membaca.... Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatu.

TUGAS MINGGUAN: MEDIA PEMBELAJARAN

  Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatu, Hay guys jumpa lagi ni di tugas mingguan ke sebelas , sebelumnya dim...