Bismillahhirrahmanirrahim, Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu. Hay guys apa kabarnya ni, sudah lama banget ni saya nggak main
blogger lagi, kemarin terakhir main blogger di semester 1 sama 2, saat dimakul
ibu Farninda Aditya aja, dan alhamdulillah sekarang disemester 4 saya bertemu
lagi dengan ibu Farninda di mata kuliah Magang 1, jadi kalo berkaitan dengan
ibu Ninda ini pasti erat kaitannya dengan menulis dan semacamnya, jadi kami
disemester ini diberikan tugas mingguan berupa menyampaikan laporan bacaan
terkait dengan mata kuliah kami, jadi hari ini saya akan menyampaikan laporan
yang sudah saya baca yang berjudul “Kultur Sekolah”.
Apa sih pengertian kultur sekolah itu..? Istilah
“kultur” pada mulanya datang dari disiplin ilmu Antropologi Sosial. Apa yang
tercakup dalam definisi budaya sangatlah luas. Istilah kultur dapat diartikan
sebagai totalitas pola perilaku, kesenian, kepercayaan, kelembagaan, dan semua
produk lain dari karya dan pemikiran manusia yang mencirikan kondisi suatu
masyarakat atau penduduk yang ditransmisikan bersama. Dalam kamus besar bahasa
Indonesia , budaya (cultural) diartikan sebagai pikiran, adat istiadat, sesuatu
yang sudah berkembang, sesuatu yang menjadi kebiasaan yang sukar diubah.
Jadi kultur sekolah ini dapat diartikan
Sejumlah keyakinan dan nilai disepakati secara luas di sekolah dan sejumlah
kelompok memiliki kesepakatan terbatas di kalangan mereka tentang keyakinan dan
nilai-nilai tertentu. ataupun kultur
sekolah adalah suatu pola asumsi dasar hasil invensi, penemuan oleh suatu
kelompok tertentu saat ia belajar mengatasi masalah-masalah yang berhasil baik
serta dianggap valid dan akhirnya diajarkan ke warga baru sebagai cara-cara
yang dianggap benar dalam memandang, memikirkan, dan merasakan masalah-masalah
tersebut.”Jadi, kultur sekolah merupakan kreasi bersama yang dapat dipelajari
dan teruji dalam memecahkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi sekolah dalam
mencetak lulusan yang cerdas, terampil, mandiri dan bernurani
Kultur Sekolah merupakan budaya sekolah yang
dapat memberikan pengaruh terhadap kehidupan masyarakat sekolah baik pengaruh
positif maupun pengaruh negatif sebagaimana karakteristik kultur tersebut. Hal
tersebut sesuai dengan pendapat pak
Moerdiyanto guys yang menyatakan bahwa “Kultur sekolah terdiri dari kultur
positif dan kultur negatif. Kultur positif adalah budaya yang membantu mutu
sekolah dan mutu kehidupan bagi warganya”. Dalam pengertian mutu sekolah dan
mutu kehidupan dapat dimaksudkan sebagai mutu yang berhubungan dengan kehidupan
yang bernilai moralitas dan agamis masyarakat sekolah. Aktifitas siswa dalam
kesehariannya tidak akan lepas dari keterlibatan kultur sekolah pada proses
bersikap, berbuat dan memandang bahkan berfikirnya. Mutu kehidupan siswa yang
diharapkan adalah siswa yang memiliki prilaku baik dalam sudut pandang etika
dan agama. Kultur positif ini akan memberi peluang sekolah beserta warganya
untuk membentuk dan maningkatkan kemampuan dan kecerdasan spiritual siswa.
Sedangkan fungsi dari kultur sekolah ialah
Kultur sekolah akan mendorong terbentuknya stabilitas dan dinamika sosial yang
berkualitas. Hal ini penting agar lingkungan sekolah menjadi kondusif tidak
terganggu oleh konflik yang akan menghambat peningkatan mutu pendidikan. Kultur
sekolah berperan dalam mengembangkan prestasi siswa melalui nilai-nilai utama
dan nilai pendukung; yaitu nilai berprestasi; kedisiplinan; kebersihan dan
religi. Adapun nilai pendukung seperti tanggung jawab; kejujuran; toleransi,
yang dibudayakan melalui tugas-tugas yang diberikan kepada siswa.
Pembelajaran yang baik hanya dapat berlangsung
pada sekolah yang memiliki kultur positif. Kultur sekolah yang sehat akan
berdampak kesuksesan siswa dan guru dibandingkan dengan dampak bentuk reformasi
pendidikan lainnya. Kultur sekolah yang sehat dan positif berkaitan erat dengan
motivasi dan prestasi siswa serta produktivitas dan kepuasan guru”.
Contoh Kultur Positif di sekolah:
- · Warga sekolah memiliki keyakinan hanya mereka
yang belajar keras dan sungguh-sungguh yang akan memperoleh prestasi tinggi.
- ·
Memegang teguh bahwa prestasi dan proses
mencapainya seperti dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan
- ·
Menjunjung tinggi nilai-nilai religius, norma
sosial, etika dan moral.
- ·
Membangun jembatan antara visi, misi, dan aksi.
- ·
Kepala Sekolah, Pendidik, dan Tenaga Kependidikan
memiliki kinerja dan etos kerja yang baik dalam melaksanakan tugas dan
fungsinya di sekolah.
- ·
Kepala Sekolah, Pendidik, dan Tenaga
Kependidikan memiliki spirit corp dan team workyang tinggi
- ·
Komitmen seluruh warga sekolah (Kepala
Sekolah, Pendidik dan Tenaga kependidikan) untuk selalu belajar (belajar
sepanjang hayat)
- ·
Menghargai prestasi siswa
- ·
Memiliki simbol-simbol yang menekankan
penghargaan dan sangsi, sehingga mendorong pencapaian prestasi dan menghambat
pelanggaran dan tidak memiliki prestasi.
- ·
Lingkungan sekolah yang bersih, rapi, sejuk,
dan aman
Contoh Kultur Negatif di sekolah:
- ·
Siswa memiliki keyakinan belajar asal-asalan
apa adanya pasti naik kelas dan lulus.
- ·
Siswa ingin meraih prestasi yang
setinggi-tingginya dengan segala cara untuk mencapainya, sekalipun melanggar
norma dan nilai (misalnya : Nyontek, bekerja sama dalam ulangan, plagiat dalam
membuat tugas, dsb.).
- ·
Siswa tidak antusias menerima tugas karena
hanya akan membikin mereka harus belajar lebih banyak.
- ·
Siswa tidak khawatir dengan nilai rapor yang
jelek dan hanya beberapa siswa yang selalu mengerjakan PR karena mereka yakin
dengan belajar sebagaimana sekarang ini saja mereka akan naik kelas dan lulus
mendapatkan ijazah. Ijazah dianggap sebagai sesuatu yang penting, tetapi tidak
diperlakukan sebagai simbol ilmu yang telah dikuasai.
- ·
Siswa malas belajar dikarenakan guru yang
tidak menarik, tidak antusias dalam mengajar, dan tidak menguasai materi.
- ·
Hasil karya siswa dan prestasi sekolah tidak
dipajang sebagaimana mestinnya yaitu sebagai suatu kebanggaan yang dapat
memberikan motivasi untuk yang lainnya.
- ·
Guru sering melecehkan siswa dan tidak
memperlakukan mereka sebagai anak yang dewasa melainkan memperlakukan mereka
sebagai anak kecil. Oleh karena itu, sebagai balasannyasiswa tidak menghargai
guru.
- ·
Sekolah tidak disiplin dalam melaksanakan
proses belajar mengajar dan menyalahkan siswa atas prestasinya.
- ·
Kebijakan kepala sekolah bersifat pilih kasih.
- ·
Menghindari kolaborasi dan selalu ada
pertentangan.
- ·
Mereka yang innovatif malah di kritik dan
tidak disenangi.
- ·
Diktator, komentator, Agitator, Spektator.
- ·
Diantara warga sekolah tidak ada saling
percaya dan selalu mencari kesalahan orang lain.
- ·
Banyak siswa dan guru yang terlambat datang ke
sekolah.
- · Lingkungan sekolah yang kotor, membuang sampah tidak pada tempatnya.
Membangun dan melakukan perubahan kultur
sekolah tidak bisa melalui ceramah, slogan, atau himbauan saja guys, tapi Perlu
adanya kesungguhan dan komitmen yang kuat yang dilaksanakan secara konsisten
dengan program-program aksi yang konkrit dengan strategi pengkondisian,
pembiasaan, dan keteladanan, baik melalui pendekatan struktural maupun
kultural. Pendekatan struktural denganmembuat kesepakatan berupa regulasi
(peraturan, tata tertib, dsb.) yang mengikat siswa, guru, dan seluruh warga
sekolah lainnya, adanya program-program pembiasaan (habituasi)yang lambat laun
akan menjadi budaya/karakter, sedangkan pendekatan kultural melalui interaksi
dengan menanamkan nilai-nilai, sikap dan prilaku yang diintegrasikan pada
setiap mata pelajaran dan/ataumelalui kegiatan ekstra kurikuler,dan yang
terpenting dengan cara pembudayaan dengan keteladanan yang ditunjukkan oleh
kepala sekolah, pendidik dan tenaga kependidikan lainnya di sekolah.
Dan ada kutipan dari ahli ni guys yang
berbunyi “Setiap sekolah mempunyai kultur, tapi sekolah yang sukses hanyalah
sekolah yang memiliki kultur positif yang sejalan dengan visi dan misi
pendidikan yang menjadi harapan dan cita-cita dari seluruh warga sekolah”
(Zamroni, 2010). Jadi seperti itu ya guys penjelasan pengertian contoh dan
pentingnya kultur sekolah. Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan kita
bersama dan menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita, aamiin yarabbal alamin. Sekian
blog saya minggu ini, akan kita lanjutkan diminggu depan dengan materi yang
berdeda pastinya, sekian dari saya kalo ada kesalahan kata dan penulisan mohon
dimaafkan, terima kasih telah membaca.... Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarokatu.