Rabu, 16 Desember 2020

NENEKKU TELADANKU

 


NENEKKU TELADANKU

Assalamua’alaikum sahabat blogger, ketemu lagi di blogg ku. Bloogku kali ini menceritakan tentang biografi nenekku yang menjadi bahan ceritaku kali ini.

                                                                 


“Uwah”  begitula panggilan ku kepada nenekku, yaa ini adalah panggilan dalam bahasa Bugis untuk memanggil nenek, kalo kakek saya panggil “wak” yang artinya bapak, Uwah ku berusia sekitar kurang lebih 50 tahun, kenapa dikatakan kurang lebih, karena aku dan keluargaku, bahkan nenekku sendiri tidak ingat pasti tanggal lahir sebenarnya karena orang orang terdahulu dikampung tidak mengurusi akta kelahirannya  dan ktp yang dibuat sekarang pun itu memakai tanggal lahir yang tidak pasti yaitu hanya perkiraan saja, perawakan nenek ku ini ialah mempunyai kulit kuning langsat dan rambut yang lurus dan hitam walaupun sudah berusia 50 tahun lebih tapi uban yang tumbuh dikepalanya bisa dihitung dengan jari dan lebih banyak rambut hitamnya dari pada uban, serta tubuh yang tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu tinggi, nenekku berasal sari suku Bugis dan begitu juga ibuku, dari kecil aku sudah biasa mendengarkan percakapan bahasa bugis antara nenekku dan ibuku tapi sayangnya aku tidak mahir berbahasa bugis dan aku hanya bisa bahasa bugis sedikit sedikit saja tapi saya paham apa yang dikatakan. Suku bugis ini banyak sekali pantangannya dan dari kecil aku sudah di ajarkan dengan pantangan pantangan itu seperti tidak boleh duduk di atas bantal, tidak boleh mandi memakai baju bagi laki laki, tdan masih banyak lagi. Jadi sedari kecil nenekku sudah mengajari berbagai norma kesopanan yang diselipkan dalam pantangan/larangan,  seperti makan tidak mengeluarkan suara mengecap, minum tidak dari teko langsung tapi harus menggunakan gelas, dan tidak boleh kasar terhadap orang yang lebih tua. Semua ajaran itu membekas kepadaku hingga saat ini dan aku pun merasakan bahwa ajaran ini sangat berguna dimasyarakat disaat ada acara seperti tahlilan, kawinan, dan lain lain . dari kecil uwah ku selalu memanjakanku, saat ibuku marah denganku uwah ku/ nenekku adalah tempat pelarian ku, nenekku ini terkenal garang tapi juga penyayang terhadap cucu cucunya, momen yang palingku suka adalah saat uwah ku memberikan uang jajan dan menyuruhku jangan memberi tau ibuku bahwa uwah ku sudah memberikan uang  dan itu sangat menyenangkan hatiku karna aku bisa jajan sepuasnya. Bagiku nenekku sangat baik dan selalu menjadi kesayangannku karna jika aku melakukan kesalahan beliau tidak langsung memarahiku tapi  menanyakan alasannya terlebih dahulu dan barulah memberikan ku nasehat, banyak sekali momen momen indah dengan nenekku salah satu momennya adalah saat aku masih kecil aku dibawa nenekku pergi ke ladang/ sawah  dulu nenekku selalu ke ladang untuk memanen padi  dan aku suka mengikuti nenekku, dulu aku pergi bersama nenekku dan kakekku jadi kakek ku mengantar nenek ku dulu barulah menjemputku dengan sepeda ontel antiknya,  semua itu kalau tidak salah terjadi pada tahun 2007 saat umurku sudah 7 tahun  disaat hp android belum menjadi tren dan orang orang hanya memakai hp Nokia senter  disaat itulah aku sering mengikuti nenekku keladang  dan ladangnya agak jauh dari pemukiman warga dan bisa dibilang di tengah hutan, kami juga melewati beberapa sungai yang dulu masih dihuni oleh buaya sungai, tapi sekarang sudah tidak lagi karna sekarang sudah banyak pemukiman jadi buayanya sudah di pindahkan ke tempat karantina, sesampainnya diladang aku duduk disebuah pondok kecil sambil melihat nenek & kakek ku bekerja di sawah dan itu sangat menyenangkan bagiku  tapi yang tidak kusuka di ladang hanya satu yaitu serangan nyamuk yang kelaparan yang membuat tubuh ku gatal gatal karena gigitannya. Saat sudah dirasa matahari sudah meninggi maka kakek dan nenek beristirahat dulu dan kami pun makan bekal yang dibuat nenek bersama sama sambil menikmati angin sepoi sepoi dan pemandangan sawah dan hutan yang membuat hati merasa damai, setelah waktu dzuhur kami pun pulang  kerumah. Itulah pengalaman saya bersama nenek saya yang masih saya ingat sampai sekarang. Dan sampai sekarang pun nenek saya adalah nenek yang selalu mengajarkan saya kebaikan dan menjadi teladan saya.  Dan disetiap sholat ku selalu keselipkan nama nenekku serta orang tua ku yang telah menjaga dan mendidikku sedari kecil dan harapanku semoga nenekku sehat selalu. Dan ada juga kebiasaan nenekku yang membuatku menjadikannya teladanku yaitu nenekku selalu sholat tepat waktu dan selalu menanyai ku kapan waktu sholat tiba serta mengingatkanku untuk selalu sholat berjamaah dimasjid karena laki laki itu sholatnya dimasjid bukan dirumah kalo dimasjid itu sholeh kalau dirumah sholeha namanya jadi intinya jika tidak ada halangan lebih baik sholat berjamaah dimasjid itu lah kata kata nenek saya yang menjadi teladan dan contoh bagi saya   dan ada juga kebiasaan nenek saya yang saya kagumi yaitu beliau selalu memberi makan kucing liar yang tak bertuan atau pun kucing buangan yang beliau temui sehingga dirumah nenek saya itu banyak sekali kucing yang singgah untuk meminta makan dan nenek saya selalu memberi makan mereka yang kelaparan. Nenek saya sangat menyukai kucing dan dari saya kecil nenek saya memang memelihara kucing sehingga saya pun juga akrab dengan kucing sampai saya pun juga menyayangi kucing. Banyak sekali teladan yang dapat saya ambil dari nenek saya ini dan sekali lagi nenek saya adalah orang yang baik penyayang dan ramah kepada siapapun, Cuma sekarang nenek saya sudah berusia lanjut dan penglihatan beliau sudah berkurang sehingga beliau sudah jarang melakukan aktivitas dan juga keluar rumah jadi nenek hanya dirumah tapi tetap melakukan kegiatan kegiatannya seperti memberi makan kucing dan lainnya. Dan saya pun terkadang jika menjumpai kucing dijalan juga membiasakan untuk memberi makannya seperti yang dilakukan nenek saya, terkadang jika selesai dari acara tahlilan atau nikahan dan hajatan tulang tulang ayam atau ikan bekas yang tidak termakan saya bawa dan saya cari kucing dijalanan untuk memberikannya makan, sebenarnya ingin dibawa pulang kucingnya tapi karena dirumah sudah banyak kucing jadi saya hanya bisa memberikannya makan, tapi kita sudah berusaha semampunya daripada tidak sama sekali bukan...!! ya itulah tadi beberapa cerita dan pengalaman dari yang saya alami bersama nenek saya dan semoga saya selalu bisa mencontohi sifat sifat dan kebiasaan nenek saya dan semoga nenek saya selalu diberikan kesehatan oleh Allah untuk selalu berbuat baik dan menjadi teladan bagi cucu – cucunya. Mungkin hanya itu yang bisa saya ceritakan tentang nenek saya semoga kawan - kawan sekalian bisa mengambil pelajaran dari cerita diatas sekian dari saya wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatu.

TUGAS MINGGUAN: MEDIA PEMBELAJARAN

  Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarokatu, Hay guys jumpa lagi ni di tugas mingguan ke sebelas , sebelumnya dim...